Bagaimana Rokok Bisa Membuat Pria Tidak Lagi Perkasa

DokterSehat.Com – Sudah menjadi rahasia umum jika rokok sangatlah buruk bagi kesehatan tubuh. Mereka yang memiliki hobi menghisap rokok akan beresiko mendapatkan berbagai penyakit berbahaya layaknya stroke, penyakit saluran pernafasan, kanker, atau bahkan penyakit yang berhubungan dengan organ vital. Bagi kaum pria sendiri, rokok bisa mempengaruhi kemampuan ereksi penis sehingga bisa mengurangi kualitas kehidupan seksualnya. Hal ini tentu sangat irosnis mengingat rokok seringkali dianggap sebagai salah satu benda yang identik dengan kejantanan, namun justru rokok pula yang membuat kejantanan pria menjadi rusak.

doktersehat-rokok

Banyak pecandu rokok yang berusia muda memang masih belum bisa merasakan dampak buruk dari kebiasaan merokoknya. Hanya saja, saat usia pria sudah mencapai 40 tahunan, barulah dampak masalah ereksi pada penis akan terasa. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Christopher Harte dan dirilis oleh British Journal of Urology International. Dari penelitian yang melibatkan 65 partisipan pria ini, ditemukan sebuah fakta menarik dimana banyak pria yang tidak lagi mengalami impotensi setelah 2 bulan berhenti merokok. Cara melakukan pengecekan masalah impotensi pun cukup menarik, yakni dengan cara meminta para partisipan untuk melihat film erotis di laboratorium dan menilai seberapa besar rangsangan dan kekerasan penis saat ereksi. Selain itu, partisipan juga melaporkan tingkat kepuasan kehidupan seksualnya. Setelah program penelitian ini, sayangnya hanya 20 pria yang akhirnya memutuskan untuk benar-benar berhenti merokok.

Dari data penelitian ini, pria yang berhenti merokok ternyata akan mengalami kualitas ereksi yang lebih baik, dimana ereksi akan jauh lebih lebar jika dibandingkan saat pria masih merokok. Selain itu, penis juga akan cenderung lebih mudah terangsang setelah berhenti merokok. Mengapa kualitas ereksi pria yang merokok dan tidak merokok sangat berbeda? Kandungan rokok yang sangat beracun ternyata akan membuat banyak endapan pada pembuluh pada penis. Adanya hambatan aliran darah inilah yang pada akhirnya akan membuat penis tidak bisa dialiri darah untuk mendapatkan ereksi. Penis pun akan tetap dalam kondisi “loyo” meskipun sudah dirangsang sedemikian rupa karena tidak ada darah yang mampu mengisi penis untuk mendapatkan ereksi.