Bagaimana Menyikapi Diagnosis Kanker?

DokterSehat.Com– Kanker adalah kondisi pertumbuhan sel-sel di luar kendali secara ganas. Kanker adalah penyebab kematian paling umum kedua setelah penyakit jantung. Persentase yang signifikan dari kanker yang baru didiagnosis dapat disembuhkan. Kanker lebih bisa disembuhkan bila terdeteksi dini. Meskipun beberapa kanker berkembang sepenuhnya tanpa gejala, penyakit ini dapat sangat menghancurkan hidup Anda jika Anda mengabaikan gejala-gejalanya karena Anda tidak menganggap bahwa gejala ini mungkin merupakan kanker.

doktersehat-Amnesia-Disosiatif-konsul

Kanker sering tidak memiliki gejala spesifik, jadi penting bagi orang untuk membatasi faktor risiko dan menjalani pemeriksaan kanker yang sesuai. Sebagian besar skrining kanker spesifik untuk kelompok usia tertentu dan dokter perawatan primer Anda akan tahu skrining apa yang harus dilakukan tergantung pada usia Anda. Orang dengan faktor risiko kanker (misalnya, perokok, pengguna alkohol berat, paparan sinar matahari tinggi, genetika) harus benar-benar mengetahui gejala kanker potensial dan dievaluasi oleh dokter jika memang mengembangkannya.

Akibatnya, individu perlu mengetahui gejala mana yang mungkin mengarah pada kanker. Orang tidak boleh mengabaikan gejala peringatan yang dapat mengarahkan ke diagnosis dini dan lebih mungkin untuk disembuhkan.

Ketika didiagnosis kanker
Bagi pasien kanker, diagnosis kanker yang diucapkan dokter ketika pertama kali terdengar sangat mengejutkan dan membuat hati sedih: “Saya minta maaf untuk memberitahu Anda, tapi Anda menderita kanker.”

Setiap tahun, satu juta orang di negara ini hancur oleh berita tentang kanker atau penyakit lain yang ditakuti. Yang segera terjadi adalah gelombang emosi: ketakutan, kemarahan, kebingungan, keraguan, dan kebutuhan untuk menjangkau anggota keluarga atau orang yang dicintai untuk mendapatkan dukungan dan dorongan. Dalam masa hidup manusia, separuh dari semua pria dan satu dari tiga wanita akan terkena kanker.

Baca Juga:  Kemoterapi - Ulasan Singkat

Seringkali, reaksi pertama seseorang adalah berpikir, “Tidak mungkin, bukan saya. Saya orang yang baik,” seolah-olah kanker itu adalah hukuman atas masalah yang belum terselesaikan.

Pasien kanker perlu mencari tahu tentang penyakitnya sendiri. Jika pasien kanker itu adalah Anda, Anda harus menjadi pasien terbaik dan terpandai yang pernah dimiliki dokter Anda, karena itu adalah untuk kebaikan Anda.

Bagi kebanyakan orang, kanker dapat disembuhkan atau dikendalikan dengan operasi dan, dalam beberapa kasus, dengan kombinasi terapi radiasi dan kemoterapi. Belum pernah ada pandangan untuk penanganan dan penyembuhan kanker yang menyatakan dapat sembuh. Untuk sebagian orang, kanker terus menyebar dan menghancurkan jaringan tubuh sehat lainnya. Respon penderita kanker dalam mengatasi kanker dapat berupa perasaan marah dan permusuhan terhadap kondisi yang dialaminya, dan juga terhadap dokter dan perawat yang berusaha membantu. Ini adalah reaksi normal yang perlu dipahami.

Ada yang mengatakan: “Jika kanker berkembang ke jaringan tubuh lain, itu pasti berarti saya tidak berusaha cukup keras.” Pernyataan tersebut salah. Sikap memang penting, tapi tidak seperti yang sering pikirkan. Pentingnya mencari survivor (orang yang mampu bertahan) dari kanker jangka panjang sehingga terjalin dukungan sosial dan hubungan dalam perjalanan penderita kanker mengatasi perasaannya.

Bagaimana Menyikapi Diagnosis Kanker? – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4