Bagaimana Menjaga Agar Hubungan Suami Istri Selalu Harmonis?

DokterSehat.Com – Pengetahuan seputar cara menjaga hubungan suami istri agar tetap harmonis menjadi penting mengingat banyak pasangan mengeluhkan pernikahan yang mulai hambar. Mereka yang baru menikah sekalipun bisa mengalaminya.

14

Menjaga keutuhan dari sebuah pernikahan tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak yang dilalui dalam kehidupan ini. Berikut kami bagikan untuk anda cara menjaga keharmonisan rumah tangga :

1. Saling Menghormati

Ini point pertama yang harus dilakukan oleh seluruh pasangan suami istri yang ada di dunia tanpa terkecuali. Menghormati adalah salah satu cara kita memberi posisi tertinggi setelah Tuhan dan orang tua di hati kita. Menghormati keberadaan suami atau istri yang mendampingi kita akan membuat pasangan kita merasa dihargai. Tidak peduli apakah Anda lebih tua atau lebih muda dibandingkan pasangan Anda, yang terpenting perilaku saling menghormati antara Anda dan pasangan harus tercipta dan terjaga. Menjaga nama baik dan harga diri pasangan Anda adalah salah satu cara dari sikap saling menghormati.

2. Komunikasi

Membahas pendidikan anak atau seputar cara agar dapur tetap mengepul adalah hal biasa bagi pasangan. Namun menghabiskan banyak waktu untuk mengobrol hal-hal seru dan menyenangkan dan tertawa bersama adalah hal sederhana namun terasa sangat istimewa.

3. Membagi Kesedihan dan Kegembiraan Bersama

Suami dan istri adalah partner dalam satu kehidupan yang direkatkan dalam tali pernikahan, Untuk memupuk kasih sayang di masing-masing pihak, suami membutuhkan cinta istri, dan istri pun membutuhkan cinta suami. Suami dan istri harus berbagi suka-duka, membagi kesedihan dan kegembiraan bersama.

4. Temukan hal-hal baru dari pasangan

Temukan hal-hal baru dari pasangan setiap hari. Terlihat sederhana memang, namun akan memberikan ruang satu sama lain untuk menyesuaikan diri. Kedua pasangan sebaiknya sama-sama melakukannya dengan tujuan untuk membahagiakan pasangan. Tipsnya, jangan merasa seperti mengetahui “SEMUA” hal tentang pasangan. Ingat bahwa Anda dan pasangan adalah dua pribadi yang berbeda.

5. Ciptakan Romantisme

Suasana romantis akan tercipta bila Anda memiliki sikap yang romantis kepada pasangan Anda. Siapapun akan sepakat bahwa sikap dan suasana romantis yang tercipta adalah faktor pendukung terciptanya hubungan yang harmonis. Siapa yang tidak senang bila pasangannya sangat berbakat menciptakan suasana romantis berdua? Memang tidak semua orang berbakat menciptakan suasana-suasana yang romantis untuk pasangannya, bahkan beberapa pasangan justru gagal menciptakan keromantisannya. Namun yakinlah, semua orang punya sisi-sisi romantis tersendiri. Bedanya, ada yang menonjol ada pula yang tidak terlihat. Bakat-bakat sikap romantis tetap ada pada diri masing-masing individu. Tidak perlu repot menyusun suatu kegiatan yang bersifat romantis untuk pasangan Anda. Hal-hal kecil yang bisa menyenangkan hati pasangan Anda pun akan terasa romantis apabila Anda tulus melakukannya. Misalnya, bangunkan pasangan dari tidurnya dengan sebatang bunga mawar merah atau secangkir kopi hangat, menyelipkan surat berisi pesan cinta di saku kemeja kerjanya, atau membisikkan kalimat “I love you” di telinganya saat beranjak tidur.

6. Saling Pengertian

Banyak kasus perceraian terjadi dikarenakan kurangnya rasa pengertian masing-masing pihak. Suami atau istri akan merasa sulit menerima kekurangan dan kelebihan pasangan apabila rasa saling pengertian tidak tumbuh di hati. Padahal sejatinya, ketika memutuskan berumah tangga tentu masing-masing pihak telah siap menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangan dalam perjalanan mengarungi biduk rumah tangga. Bila rasa saling pengertian tidak ada di hati suami atau istri, maka sudah bisa dipastikan bahwa rumah pertengkaran akan sering terjadi dan rumah tangga menjadi jauh dari suasana harmonis. Sebaiknya, mulailah menerima pasangan Anda dalam segala kondisi terburuk sekalipun. Bila ada kekurangan pada diri pasangan Anda, maka tutupilah kekurangan tersebut dengan kelebihan yang Anda miliki.

7. Berusaha menyenangkan pasangannya

Dalam kehidupan keluarga, bahkan dalam kehidupan sosial secara general, jika seseorang berusaha mengedepankan dan mengutamakan orang lain dari dirinya sendiri, maka berarti dia telah menanam benih-benih cinta dan kedekatan kepada semua orang di sekelilingnya.

Dengan demikian, setiap pasutri disarankan untuk senantiasa menyenangkan pasangannya, dan mendahulukan serta mengutamakannya dari dirinya sendiri, demi memperkukuh ikatan cinta kasih di antara keduanya. Pasalnya, ketika suami melihat istri membaktikan diri untuk menyenangkan dirinya, tentunya dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuat senang dan gembira hati istri. Hal itu dilakukannya untuk membalas kebaikan istrinya, atau setidaknya sebagai pengakuan atas kebaikan tersebut.

8. Berterus-terang

Sikap terus terang, kejujuran, dan keberanian adalah kunci kebahagiaan kehidupan rumah tangga yang tidak mungkin nihil dari kesalahan. Dalam artian, jika Anda melakukan kesalahan, maka yang harus Anda lakukan adalah bergegas meminta maaf, berani mengakuinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari. Sikap tersebut sama sekali tidak berarti menistakan status dan harga diri Anda. Hal itu justru mendorong pihak lain untuk menghormati, mempercayai, dan memaafkan Anda.

Baca Juga:  Buah delima berpotensi untuk mengurangi resiko kanker prostat

9. Saling Memberi Pujian

Memberi pujian kepada pasangan Anda membantu terciptanya hubungan yang harmonis dalam ikatan suami istri. Jangan sungkan untuk saling berbagi pujian kepada pasangan Anda. Memuji akan membuat perasaan pasangan Anda berbunga-bunga. Memuji juga akan membuat pasangan Anda merasa dihargai oleh pasangannya. Dengan saling memuji, setiap pasangan akan merasa menciptakan “prestasi” tersendiri untuk pasangannya. Anda bisa memberi pujian terhadap hasil masakan istri Anda, memberi pujian kepada suami bila ia telah berhasil memperbaiki alat rumah tangga yang rusak, atau bahkan pujian-pujian kecil yang berada pada anggota tubuh pasangan Anda. Misalnya, memuji hidungnya yang mancung, memuji bulu matanya yang lentik atau memuji susunan giginya yang rapi.

10. Saling Menguatkan

Saling menguatkan juga merupakan point penting membangun hubungan yang harmonis antara suami dan istri. Ketika salah satu pasangan tengah berada dalam kondisi kesulitan, maka idealnya pasangannya menjadi penguat dan penyemangat bagi pasangannya yang kesulitan tersebut. Seringkali yang terjadi justru sebaliknya. Banyak pasangan yang enggan terlibat dalam kondisi kesulitan yang tengah dihadapi pasangannya. Ia justru menghindar karena menganggap bahwa kesulitan yang dihadapi pasangannya akan mengurangi sisi-sisi kebahagiaan dan kesenangannya. Padahal sesungguhnya, ketika bersedia menjadi pasangan suami istri dalam ikatan pernikahan yang sah, itu artinya sepasang suami istri harus rela bersama-sama terlibat dalam kondisi suka dan duka.

11. Saling Mendoakan

Hubungan suami istri yang harmonis tidak akan tercipta tanpa peran serta doa di dalamnya. Ritual saling mendoakan akan membuat masing-masing pasangan menjadi merasa sangat penting di mata pasangannya. Menyelipkan doa-doa untuk pasangan Anda juga akan membuat pasangan Anda menyadari bahwa pasangan Anda benar-benar mencintai Anda. Libatkan selalu keberadaan Tuhan di tengah-tengah rumah tangga Anda. Dengan demikan diharapkan kebaikan-kebaikan akan selalu hadir di tengah-tengah keluarga sehingga keharmonisan antar suami dan istri tetap terjaga.

Adapun penyebab-penyebab yang harus Anda hindari agar suasana harmonis tidak terganggu antara lain adalah:

1. Jangan egois!

Egois adalah biang keributan dimanapun. Rasa ingin menang sendiri, ingin selalu dimengerti, ingin selalu diperhatikan tanpa mau melakukan hal yang sama pada pasangan, dan rasa ingin selalu benar menjadi faktor dominan tercetusnya pertengkaran demi pertengkaran. Sikap egois bisa tumbuh pada diri siapa saja, baik itu pada diri istri maupun pada diri suami. Bila sikap ini terus-menerus Anda terapkan dalam menjalani hubungan suami istri, sudah bisa dipastikan pasangan Anda akan enggan menjalani hubungan yang lebih lama lagi bersama Anda. Perceraian akan menjadi pilihan yang paling sering diambil bila salah satunya tidak bisa meredam sifat egoisnya.

2. Jangan berbohong!

Jangan sekali-kali Anda membiasakan diri membohongi pasangan Anda demi sesuatu yang hasilnya hanya akan Anda nikmati sendiri. Membohongi pasangan sama artinya menyelingkuhi pasangan dari apa yang tidak ia ketahui. Bila Anda ingin berbohong, lakukan kebohongan yang tujuannya untuk kebahagiaan yang bisa dirasakan bersamanya. Misalnya Anda membohongi pasangan Anda demi keberhasilan rencana kejutan yang Anda buat untuk merayakan ulang tahunnya. Berbohong seperti itu justru akan membuat pasangan seperti itu akan membuat pasangan senang karena ada sisi-sisi romantis yang bisa dirasakan oleh Anda dan pasangan.

3. Jangan membanding-bandingkan!

Hindari sikap membanding-bandingkan antara pasangan Anda dengan orang lain. Masih mending bila Anda membandingkan kelebihannya dengan kekurangan yang dimiliki orang lain. Namun bila sebaliknya? Tentu Ini akan membuat pasangan Anda menjadi berkecil hati. Syukuri saja bagaimana adanya kondisi pasangan Anda dan yakin bahwa di setiap kekurangannya selalu ada kelebihannya. Membanding-bandingkan pasangan dengan orang

4. Jangan over protektif!

Sayang sih boleh sayang, cinta sih boleh cinta. Tapi itu tidak menjadi alasan bahwa Anda berhak menguasai seluruh aktivitas pasangan Anda dengan dalih perlindungan kasih sayang! Anda boleh melindungi pasangan Anda bila Anda merasa sesuatu itu mengancam keselamatan dan kehormatannya. Namun bukan berarti hal-hal kecil pun harus berada dalam pengawasan Anda hingga membuat pasangan Anda merasa diperlakukuan seperti anak kecil. Percayakan saja apa yang dilakukannya. Bila Anda mencurigai apa yang tengah dilakukannya berbahaya, silahkan komunikasikan sebaik-baiknya.

5. Merasa ditolak saat diajak berhubungan seksual

Suami istri seharusnya selalu berada dalam siatuasi yang adil selama berada dalam pernikahan. Sehingga tak ada satu pun yang lebih dominan dibandingkan yang lainnya, termasuk soal seks. Merasa ditolak saat diajak berhubungan seksual menjadi salah satu penyebab suami / istri merasa tidak bahagia dalam berkeluarga.

Semoga dengan mengaplikasikan tips-tips di atas bersama pasangan, Anda bisa menciptakan hubungan yang harmonis sepanjang waktu bersama pasangan Anda.

Selamat mencoba!