Bagaimana Memberi Pendidikan Seksual Pada Anak Autis?

DokterSehat.Com – Saat seorang anak mulai tumbuh remaja pendidikan sex adalah suatu hal yang wajib diajarkan pada mereka. Lalu bagaimana pada anak autis? Perlukah mereka mendapat pendidikan sex yang sama seperti anak normal lainnya?



Gangguan perkembangan terutama dalam berkomunikasi, berinteraksi sosial dan perilaku yang dialami oleh anak-anak autis Membuat para orang orang tua dari anak penyandang autis lebih fokus untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan bidang akademik lainnya.

Sementara itu anak autis juga akan tumbuh menjadi seorang remaja dan mulai menyukai hal-hal yang berbau sex, itu sebabnya anak-anak autis juga wajib mendapatkan pendidikan sex sejak dini. Namun itu semua berbanding terbalik pada pemikiran para orang tua, mereka lebih memilih untuk menghindari pembicaraan yang berbau sex pada anak autis. Padahal, remaja autis tidak memiliki kemampuan untuk mudah mengetahui persoalan sex dikarnakan keterbatasan mereka.

Dan itu semua menyebabkankan timbulnya masalah-masalah seksualitas pada anak autis. Misalnya mereka tidak malu saat berjalan telanjang di depan orang banyak, membuka celana, melihat dan memegang kemaluan sendiri, bahkan tak jarang memegang bagian privat tubuh orang lain, anak autis memang membutuhkan masturbasi, karna jika hal ini tidak dilakukan, anak akan merasa tertekan. orang tua baru akan mengetahui masalah besar tersebut ketika anak mereka melakukannya di depan umum. Di saat itulah orang tua menyadari akan pentingnya pendidikan sex sejak dini pada anak autis.

Koordinator Klinik Terpadu, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dr. Adriana S. Ginanjar, M.S mengatakan, sebelum memasuki usia remaja, orang tua dari anak autis seharusnya sudah membekali anak mereka mengenai pendidikan seksual. (kompas.com)

Masalahnya sekarang, tak jarang para orang tua kesulitan untuk tiba-tiba berdiskusi pada anak mereka mengenai masalah sexsualitas. Lalu, bagaimana cara memberikan pendidikan pada anak autis dengan segala keterbatasan kemampuan motorik dan perilaku mereka? Tentunya mereka akan membutuhkan metode yang berbeda dengan anak normal.

Baca Juga:  Anak Mabuk Kendaraan? Ini Cara Mengatasinya

Yang perlu orang tua dan kita semua perhatikan adalah bahwa anak autis lebih rawan terhadap sexual abuse daripada anak-anak yang tidak autis. Kemampuan mereka untuk bertahan dari gangguan orang asing lebih lemah secara insting, sehingga Anda perlu mengajarkan hal-hal khusus pada mereka.

Apa saja yang perlu Anda ajarkan kepada mereka agar terhindar dari sexual abuse? Berikut ini austism.about.com mempunyai solusinya untuk Anda :

  • Ajari cara mengunci kamar dan kamar mandi
    Mungkin suatu hari anak akan memiliki acara field trip dan mendapatkan kamar sendiri. Untuk itu, ajari anak untuk bisa mengunci kamar. Saat bermain di taman atau playground, ajari ia untuk berani tidak ditemani di dalam kamar mandi umum dan mengunci pintu.
  • Good touch and bad touch
    Beri pemahaman kepada anak bahwa ada jenis sentuhan yang bisa mereka biarkan dan Anda jenis sentuhan yang harus mereka tolak dengan berani.
  • Ajari tentang circles comfort
    Beritahu anak bahwa hanya ada orang-orang tertentu yang boleh menyentuh mereka dan membantu mereka membersihkan diri, melepas pakaian, atau menemani mereka ke tempat-tempat pribadi yakni kamar tidur dan kamar mandi.

Biasakan anak untuk selalu menceritakan kegiatannya sehari-hari pada Anda, seperti oral journal, sehingga Anda bisa tahu apabila anak mengalami inappropriate touch atau sexual insult.