Bagaimana Koroner Jantung dan Tekanan Darah Normal?

Koroner jantung normal

DokterSehat.Com – Jantung adalah sebuah rongga organ berotot yang memompa darah ke pembuluh darah dengan berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan penting dalam sistem peredaran darah.

11

Jantung memiliki dua arteri (koroner) utama: arteri koroner kanan dan arteri koroner utama kiri yang memiliki banyak cabang kecil. Arteri-arteri koroner ini, seperti arteri-arteri lainnya yang memasok darah ke bagian tubuh Anda lainnya, bercabang dari aorta. Jantung Anda harus menerima oksigen dan bahan makanan  secara konstan dari arteri-arteri koroner ini dan bukannya dari darah yang melewati serambi jantung.

Arteri koroner relatif kecil, dengan diameter sekitar 2 sampai 3 mm pada jantung yang normal. Pada jantung yang normal, diameter (kaliber) arteri koroner membesar untuk memasok darah dalam jumlah yang lebih besar ke otot jantung bila jantung perlu meningkatkan kerja pemompaannya.

Bila ukuran arteri koroner itu menyempit, biasanya sebagai akibat dan aterosklerosis (penyempitan arteri), maka jumlah darah tidak memadai untuk dipasok ke otot jantung. Penyempitan (stenosis) arteri koroner disebut stenosis arteri koroner, dan gangguan ini mungkin saja tidak menimbulkan gejala-gejala yang jelas dalam tahap tahap awalnya. Bila berkembang lebih jauh, penyempitan arteri koroner dapat memblokir sama sekali satu atau lebih arteri koroner yang menyebabkan sebagian otot jantung tidak menerima pasokan darah sama sekali. Tahapan penyakit arteri koroner ini disebut infarksi miokardial. Mio artinya otot, kardial artinya jantung, dan infarksi artinya jaringan mati: dengan demikian, artinya otot jantung yang mati. Serangan jantung dalam istilah orang awam berarti infarksi miokardial dalam istilah medis.

Baca Juga:  Waspada Takikardia, Membuat Jantung Berdebar Kencang

Tekanan darah normal

Jantung yang sehat menjaga tekanan darah normal, amat mirip dengan menjaga tekanan air yang memadai pada sistem air (pompa beserta salurannya) rumah tangga Anda atau tekanan udara dalam ban mobil Anda. Tekanan darah normal itu penting untuk menjaga darah mengalir secara memadai ke jaringan Anda. Jika tekanan darah terlalu tinggi, ada risiko pembuluh darah menjadi rusak, mengakibatkan pembentukan plak dan hambatan dan, akhirnya, merusak organ-organ penting seperti ginjal, tetapi jika tekanan darah terlalu rendah, jaringan Anda tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi untuk bekerja dengan baik, yang menyebabkan pusing dan kelelahan dan, kembali, akhirnya terjadi kerusakan pada organ-organ penting. Ginjal Anda menerima sekitar 25% suplai darah yang dipompakan oleh jantung Anda setiap menit, maka ginjal memainkan peran penting dalam mengontrol tekanan darah dan keseimbangan cairan di dalam tubuh Anda.

Tekanan darah terdiri dan dua komponen: tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan darah sistolik terjadi selama fase sistolik (periode kontraksi atau pemompaan) pada bilik. Tekanan darah diastolik terjadi selama fase diastolik (periode mengembang) pada bilik. Pada orang dewasa normal, tekanan darah sistolik dan diastolik mendekati 120 dan 90 mm Hg.

Tekanan darah biasanya naik secara singkat selama latihan fisik atau kegembiraan emosional; tidak tergantung pada detak jantung itu sendiri. Umumnya, tekanan darah cenderung meningkat ketika orang makin tua. Istilah hipertensi digunakan untuk menggambarkan tekanan darah yang meningkat secara abnormal. Orang sudah mengetahui dengan baik fakta bahwa hipertensi adalah salah satu faktor risiko koroner (gangguan dan kondisi medis yang menyebabkan serangan jantung).