Bagaimana Jika Anak Terlambat Bericara?

DokterSehat.Com – Semua pasangan suami-istri tentu akan sangat berbahagia saat mengalami kelahiran anak, khususnya jika yang lahir adalah anak pertama. Setelah sang buah hati lahir, semua orang tentu akan menunggu beberapa beberapa tahapan pembelajaran bayi yang akan sangat membahagiakan layaknya saat pertama kali anak mulai bergumam, munculnya gigi pertama, atau bahkan saat-saat sang anak mulai berjalan. Sayangnya, ada beberapa pasangan yang justru mengalami rasa khawatir karena anak-anak justru mengalami perlambatan dalam beberapa fase tersebut, layaknya terlambatnya anak untuk berjalan. Namun, banyak pasangan yang lebih khawatir jika anak ternyata terlambat berbicara, apalagi jika anak belum mau berbicara hingga usianya dua atau tiga tahun.

doktersehat-anak-bayi-ibu

Anak yang berusia tiga tahun biasanya sudah harus mampu bersosialisasi dengan anak sebaya atau bahkan dengan beberapa anak yang lebih tua untuk bermain bersama. Jika sang anak tidak mampu berbicara, maka tentu sosialisasi dengan temannya akan menjadi lebih sulit dan masa bermain pun menjadi masa yang canggung. Dalam beberapa kasus, anak yang belum bisa berbicara justru akan memakai fisiknya dan saat merasa tidak suka akan sesuatu, maka si anak bisa jadi akan memukul yang tentu saja akan membuat pertengkaran.

Jika anak anda terlambat berbicara, maka anda bisa mencoba melakukan rangsangan agar sang anak bisa mulai belajar berbicara. Sebagai contoh, anda bisa mengajari anak beberapa bahasa isyarat yang bisa merangsang anak untuk mau berbicara. Gunakan pula beberapa buku atau kartu bergambar yang bisa menjadi contoh akan suara dari beberapa benda yang kerap ditemui si anak sehari-hari. Anak juga bisa dirangsang dengan cara kita meletakkan beberapa benda atau mainan di luar jangkauan mereka sehingga jika mereka membutuhkannya, mereka akan berpikir keras bagaimana cara agar meminta bantuan kita untuk mengambilakannya dengan berbicara.

Baca Juga:  Herpes di Kornea

Ada hal yang harus selalu kita ingat jika ingin memancing respon anak untuk berbicara. Jika anak sudah mulai merespon untuk berbicara atau mengeluarkan bunyi-bunyian, kita bisa memberikan pujian yang tentu akan membuat sang anak senang dan mau mencoba lagi pada benda-benda lain atau permintaan lain. Disamping itu, jauhkan televisi dari anak-anak karena suara-suara televisi yang tidak ditonton ternyata bisa membuat konsentrasi anak-anak untuk berbicara menjadi terganggu.