Bagaimana Diet yang Benar Pasca Melahirkan?

DokterSehat.com– Keberhasilan seorang ibu setelah melahirkan seorang bayi adalah saat yang membahagiakan. Setelah mengandung kurang lebih selama sembilan bulan 10 hari, akhirnya saat yang ditunggu telah datang. Bayi mungil berada di dekat Anda, tentunya membawa perasaan yang sangat membahagiakan dan mengharukan, namun rasa lelah pun tetap terasa. Melahirkan merupaka proses yang berat bagi seorang ibu. Selain itu, akan ada perubahan baik secara emosional maupun secara fisik.

18

Dalam segi emosional, seorang ibu yang baru melahirkan dapat mengalami Baby Blues Syndrome, yaitu perasaan sedih, gelisah, dan resah karena ketakutan akan tanggung jawab yang akan dipikul dalam merawat bayi yang telah dilahirkan. Perasaan ini juga akan muncul karena perhatiaan yang terkadang jauh lebih banyak kepada bayi, sedangkan sang ibu merasa terabaikan, baik oleh suami maupun keluarganya. Sedangkan dari segi fisik seorang ibu terkadang menjadi kurang percaya diri akan bentuk tubuhnya yang berubah, seperti perut yang masih besar dan tidak kencang, serta kaki  yang terasa bengkak. Maka dari itu sebagin dari mereka menginginkan untuk diet agar bentuk tubuh dapat kembali seperti semula. Namun perlu diingat untuk tetap memproritaskan kebutuhan ASI untuk sang bayi. Karena asupan yang dimakan oleh seorang ibu akan mempengaruhi kualitas ASI.

Maka dari itu, jika anda menginginkan diet pasca melahirkan ada beberapa kebutuhan nutrisi yang wajib deperhatikan.

Kalori

Tambahan kalori yang harus dikonsumsi adalah sebanyak 600 kkal per hari pada enam bulan pertama berdasarkan rekomendasi dari Indian Council of Medical Research (ICMR). Untuk memenuhinya konsumsilah satu gelas besar susu, dua jenis buah utuh, segenggam kacang, dua lembar roti gandum, serta satu mangkok kacang-kacangan.

Baca Juga:  Makanan Yang Harus Dihindari Ketika Menyusui

Protein

Protein yang perlu ditambahankan adalah 19 gram per hari, dengan cara mengkonsumsi dua gela susu, satu gelas yogurt, dan satu potong/lembar keju. Namun jika Anda nonvegetarian, konsumsilah telur atau ikan tiga kali seminggu. Sebagai pondasi yang akan membangun tubuh, asam amino yeng terkandung dalam protein sangat penting bagi bayi.

Vitamin dan Mineral

Kebutuhan mineral dapat dipenuhi adalah dengan mengkonsumsi sayuran berdaun hijau yang dimasak, dan air atau kuahnya pun sangat baik untuk dikonsumsi. Jumlah yang perlu ditambahkan adalah sebanyak 600gram. Kandungan yang perlu dipenuhi antara lain zat besi, kalsium, seng, dan selenium.

Zat Besi

Beberapa jenis makanan yang mengandung zat besi antara lain ikan, hati, daging kambing, sayuran berdaun hujau, kacang-kacangan, ragi, dan biji minyak terutama dari bibit selada. Selain itu, konsumsi pula 6 hingga 7 butir almond atau kenari, atau satu mangkuk besar sayuran hijau untuk menyeimbangkan kebutuhan diet Anda.

Selain kebutuhan berbagai nutrisi di atas, perbanyak konsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi, yaitu delapan gelas atau lebih setiap harinya. Dapat pula dilakukan dengan menekankan minum saat makan, karena itu badan akan melepaskan hormon yang disebut oksitosin, yaitu hormon yang menningkatkan rasa haus. Sedangkan untuk jenis minum berkafein cukup dua cangkir dalam sehari, jangan berlebih.

Sedangkan untuk menghindari osteoporosis, konsumsi susu atau olahan susu seperti yogurt dan keju. Selain itu, baik juga untuk mengkoonsumsi ikan, sayuran hijau, serta jenis makanan lain yang mengandung kalsium, serta seng dan selenium yang terkandung dalam kacang-kacangan dan biji minyak.