Bagaimana Cara Memberikan Edukasi Seks bagi Anak Berkebutuhan Khusus

DokterSehat.Com – Ladies, pendidikan seksual perlu diberikan kepada anak sejak usia dini. Tidak terkecuali kepada Anak Bekebutuhan Khusus (ABK). Sayangnya, pemberian pendidikan seksual pada anak berkebutuhan khusus ini masih jarang dilakukan. Banyak yang masih berpikir pemberian pendidikan seksual pada anak berkebutuhan khusus ini tidak penting ataupun masih tabu.

12

Dalam memberikan pendidikan seksual diharapkan juga diimbangi dengan pendidikan moral, hal ini bertujuan selain menambah pengetahuan si anak juga agar si anak tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dari moral.

Pendidikan seksual terhadap anak berkebutuhan khusus tak kalah pentingnya dengan pemberian pendidikan seks terhadap anak normal, pendidikan seks bisa dilakukan dengan formal (sekolah) ataupun informal (orang tua).

Direktur Pusat Riset Biomedik (Cebior) Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Prof Sultana MH. Faradz mengatakan pada kompas.com bahwa sebaiknya dilakukan sejak usia 3 tahun dengan memberitahukan kepada anak tentang anatomi tubuh manusia, proses tumbuh kembang makhluk hidup dengan menjadikan binatang sbagai contoh ataupun memberikan pengertian tentang menstruasi kepada anak perempuan.

Menurut Dra Dini Oktaufik dari yayasan ISADD (Intervention Service for Autism and Developmental Delay), orang tua lebih berperan ketimbang terapis dalam memberikan pendidikan seks kepada ABK. Orang tua diharapkan memiliki kesabaran ekstra saat memberikan edukasi karena ABK memiliki memiliki kadar emosional yang tidak stabil. Serta mengajarkan secara bertahap dan berulang saat memberikan pemahaman.

Dalam hal ini orang tua memberikan pendidikan berdasarkan tingkat pemahaman anak dan dengan kata-kata positif, membuat rekayasa suasana sebelum anak diekspos keluar, Secara sederhana bunda dapat memberikan ilustrasi dan pemahaman tentang siapa saja yang boleh mendapatkan peluk dan cium.

Bunda juga bisa menggunakan kekuatan reward (hadiah) jika anak mengerti apa yang bunda ajarkan dan bukan kekuatan hukuman jika anak masih belum memahami apa yang bunda ajarkan.