Azoospermia Yang Bisa Mengganggu Kesuburan Pria

DokterSehat.Com – Saat pasangan suami istri belum juga dikaruniai keturunan dalam waktu yang lama, tentu pasangan harus segera melakukan konsultasi dengan dokter kandungan. Biasanya, salah satu atau kedua pasangan ini ditengarai mengalami gangguan kesuburan pada organ vitalnya. Kaum pria termasuk yang memiliki resiko tinggi mengalami gangguan kesuburan pada organ vital mengingat banyak dari mereka yang mengadopsi gaya hidup yang tidak sehat. Dari berbagai macam penyebab ketidaksuburan pria, salah satu penyakit yang harus diwaspadai kaum pria adalah azoospermia, yakni kondisi dimana pria saat mengalami ejakulasi tidak mengeluarkan sperma sesuai dengan kebutuhan agar bisa melakukan pembuahan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-masalah-pasangan-seks

Menurut data, setidaknya kasus azoospermia terjadi pada 5 hingga 10 persen dari total kasus ketidaksuburan pria. Yang menjadi masalah adalah, meskipun kadang bisa baru muncul setelah usia dewasa, pria juga bisa mengalami penyakit ini semenjak ia lahir. Azoospermia sendiri bisa dibagi menjadi dua jenis, yakni obstructive azoospermia dimana meskipun sperma sudah cukup sehat dan subur namun terjadi gangguan “penyemprotan” pada organ vital sehingga hanya sedikit cairan ejakulasi yang dikeluarkan, dan non-obstructive azoospermia dimana memang secara kualitas dan kuantitas sperma mengalami masalah.

Untuk mengetahui apakah pria mengalami gangguan kesuburan azoospermia ini, tentu saja pria harus mau melakukan tes setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan. Biasanya tes yang dilakukan adalah dengan memeriksa cairan ejakulasi yang dikeluarkan pada dua waktu dan kemudian dijadikan salah satu faktor pendukung hasil tes lainnya layaknya pemeriksaan genetik, pemeriksaan fisik secara keseluruhan, pemeriksaan kondisi hormon, riwayat kesehatan, hingga pemeriksaan jalur “pengiriman” sperma pada organ vital pria.

Jika pria memang mengalami masalah azoospermia ini, beruntung kini pakar kesehatan diyakini mampu untuk mengatasinya. Hanya saja, pria tentu harus memperbaiki gaya hidupnya sehari-hari agar mendapatken kembali kesuburannya.