Ayam Ternyata Menularkan Bakteri Kebal Antibiotik Jenis Baru

DokterSehat.Com – Anda suka mengkonsumsi ayam? Apalagi yang disediakan di gerai makanan cepat saji? Ada baiknya kita mulai berpikir ulang untuk mengkonsumsinya karena sebuah penemuan terbaru di Denmark menunjukkan jika ayam kini menyebarkan bakteri super yang kebal pada berbagai jenis antibiotik dan bisa membuat orang sakit. Bagaimana hal ini ini bisa terjadi?

doktersehat-daging

Dalam jurnal kesehatan bernama Clinical Infekctious Diseases, diketahui bahwa ada 10 orang yang jatuh sakit di Denmark yang diakibatkan oleh konsumsi ayam yang mengandung bakteri yang dinamai mechicillin-resistant staphylococcus aureus atau MRSA. Selain melalui makanan, penyebaran penyakit karena bakteri ini juga bisa melalui kontak langsung manusia, khususnya yang terjadi di rumah sakit dimana banyak orang sakit yang berkumpul. Selain itu, para pekerja di peternakan ayam juga memiliki resiko besar untuk terkena infeksi bakteri ini, meskipun uniknya bakteri ini justru lebih sering menyerang mereka yang hidup di kota dan disebabkan oleh memakan daging yang sudah terinfeksi bakteri ini.

Selain baru-baru ini ditemukan pada daging ayam, MRSA juga pernah ditemukan di daging babi, daging sapi, hingga susu sapi. Namun, belakangan ini bakteri ini ditemukan pada ayam yang diimpor oleh Denmark dari Jerman, Perancis, dan Belanda. Banyak pakar kesehatan yang menyebutkan jika hal ini disebabkan oleh banyak peternak yang menggunakan obat antibiotik dengan dosis yang tidak tepat pada hewan ternak layaknya ayam sehingga justru menciptakan bakteri yang kebal atau yang kerap disebut dengan superbug. Selain itu, lingkungan peternakan juga cenderung kurang sehat.

Dengan adanya kemungkinan banyak daging hewan ternak yang mungkin banyak mengandung bakteri MRSA ini, otoritas kesehatan di Amerika Serikat bahkan sudah meminta berbagai restoran cepat saji yang menyediakan menu dari daging ayam untuk sementara tidak memakai daging yang berasal dari ayam yang diternak dengan memakai antibiotik demi menghindari penularan bakteri berbahaya ini pada konsumennya.