Awas, Viagra Bisa Membuat Overdosis Pada Pria!

DokterSehat.Com – Bagi pria yang sudah menikah, kualitas berhubungan intim adalah salah satu hal yang sangat diperhatikan. Bagaimana tidak, hal ini akan berperan besar dalam menjaga keharmonisan keluarga. Beberapa pria memilih untuk mengkonsumsi obat viagra dengan harapan mereka mampu membuat kekuatan tubuhnya semakin membaik saat berhubungan intim. Sayangnya, penggunaan viagra ternyata bisa membuat overdosis yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Banyak kasus dimana penis pada pria akhirnya mengalami kerusakan hanya karena overdosis viagra.

doktersehat-kesuburan-pria-paracetamol-viagra-overdosis

Viagra sendiri kerap kali dianggap sebagai solusi yang ampuh untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi atau ejakulasi dini. Fungsi dari obat ini adalah membuat aliran darah yang menuju penis untuk membangun ereksi meningkat dengan signifikan. Seharusnya, obat yang juga kerap disebut sebagai pil biru ini hanya dikonsumsi sesekali oleh pria. Namun, banyak pria yang kemudian tidak percaya diri jika tidak memakai viagra sehingga pada akhirnya Ia justru selalu mengkonsumsinya setiap kali berhubungan intim dan akhirnya mengalami overdosis.

Jika terlalu sering mengkonsumsi viagra, pria biasanya akan mengalami kondisi yang disebut priapism, sebuah kondisi dimana ereksi pada penis terasa sangat tidak nyaman dengan ukuran yang sangat tidak proporsional. Ereksi ini bahkan bisa berlangsung hingga empat jam lamanya! Yang mengkhawatirkan adalah, ereksi yang terlalu lama ini bisa memicu kerusakan pada jaringan penis yang permanen! Hal ini dikarenakan viagra memiliki kemampuan menghambat enzim PDE-5 atau phosphodiesterase-5 yang bisa membuat otot penis lebih rileks. Jika hal ini terjadi, akan lebih banyak darah yang mengalir ke penis dan menyebabkan ereksi. Memang, ukuran penis menjadi lebih besar. Namun, dalam realitanya ini adalah pembengkakan yang sangat berbahaya.

Baca Juga:  Hati-hati, Disfungsi Seksual Bikin Perempuan Malas Diajak Bercinta

Viagra juga mampu meningkatkan oksidan nitrat dalam tubuh yang bisa membuat tekanan darah menurun dengan signifikan. Hal ini jelas akan mengganggu detak jantung dan meningkatkan resiko terkena penyakit kardiovaskular. Gejala dari masalah ini bisa berupa pandangan yang termasuk kabur dan menurunnya pendengaran yang disertai dengan rasa pusing dan berdengingnya telinga.

Karena alasan-alasan inilah banyak pakar kesehatan yang sangat tidak menyarankan penggunaan viagra, apalagi secara berlebihan. Masih ada cara alami untuk membuat seorang pria menjadi lebih perkasa tanpa memberikan resiko kesehatan yang berbahaya.