Awas, Terlalu Banyak Mengkonsumsi Kedelai Bisa Menyebabkan Gangguan Kesehatan Berikut

DokterSehat.Com – Tahu dan tempe adalah salah satu makanan yang menjadi favorit sebagian besar masyarakat di Indonesia. Selain memilki rasa yang enak, makanan ini dianggap sebagai salah satu makanan yang sehat yang kaya akan kandungan protein nabati yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayangnya, jika kita mengkonsumsi makanan yang terbuat dari bahan kedelai layaknya tahu dan tempe ini secara berlebihan, ternyata ada resiko mendapatkan gangguan kesehatan. Dari sebuah penelitian, diketahui jika kedelai ternyata kaya akan isoflavon bernama phytoestrogen yang sangat tinggi yang jika dikonsumsi secara berlebihan, bisa meimcu efek hormon estrogen khusus pada tubuh manusia, baik pria maupun wanita.

doktersehat-tahu-kedelai-protein-tempe

Memang, tidak semua orang akan mendapatkan masalah kesehatan jika mengkonsumsi makanan dari bahan kedelai terlalu banyak. Namun, kandungan isoflavon ini dikhawatirkan bisa memicu beberapa jenis penyakit layaknya gangguan pada tiroid. Pakar kesehatan menyebutkan jika ada banyak orang yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan dari bahan kedelai dan berakhir dengan masalah kesehatan hipotiroid. Hipotiroid sendiri terjadi jika manusia dewasa mengkonsumsi kedelai sebanyak 30 gram dalam 30 hari berturut-turut.

Masalah kesehatan lain yang bisa didapatkan jika konsumsi kedelai secara berlebihan adalah munculnya alergi. Selain itu, ada juga resiko mendapatkan masalah pada organ reproduksi mengingat kandungan isoflavon pada kedelai ternyata bisa menurunkan jumlah sperma. Sebuah penelitian menunjukkan fakta mengejutkan dimana tikus percobaan yang banyak mengkonsumsi kedelai cenderung mengalaim gangguan pada produksi spermanya. Memang, hasil penelitian ini dianggap masih kontroversial karena kadar kedelai yang dikonsumsi tikus cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan rasio yang dikonsumsi manusia setiap harinya. Namun, ada baiknya kita juga mewaspadainya, bukan?

Selain bisa memberikan dampak buruk, konsumsi kedelai secara rutin ditengarai bisa menurunkan resiko terkena penyakit kanker payudara dan juga kanker ovarium. Namun, ada beberapa penelitian lain yang menunjukkan jika konsumsi kedelai secara berlebihan justru bisa memicu kambuhnya kembali penyakit kanker.