Awas, Suplemen Penurun Berat Badan dan Penambah Stamina Banyak Mengandung Zat Berbahaya

DokterSehat.Com – Kini, kita semakin banyak menemukan orang yang menggilai kegiatan olahraga. Beberapa diantaranya bahkan memiliki obsesi mendapatkan tubuh yang bugar dan sehat agar memiliki tampilan tubuh yang sangat ideal dan menarik. Sayangnya, untuk mendapatkan tujuan tersebut, orang-orang ini juga melibatkan asupan suplemen penurun berat badan atau penambah stamina. Padahal, menurut pakar kesehatan, asupan kedua jenis suplemen ini ternyata sangat tidak baik bagi tubuh.

doktersehat-vitamin-nutrisi-komponen-organik-obat-ibu-hamil-kehamilan

Pakar kesehatan yang berasal dari Cambridge Health Alliance, Massachusetts, Amerika Serikat, bernama dr. Pieter Cohen, menyebutkan jika banyak suplemen penambah stamina atau penurunan berat badan ternyata memiliki kandungab obat-obatan terlarang atau zat berbahaya. Menurut beliau, telah ada sebuah penelitian yang menganalisa 27 macam suplemen-suplemen tersebut dan ditemukanlah kandungan berbahaya yang disebut sebagai methylsynephrine. Kandungan yang juga memiliki nama lain oxilofrine ini sebenarnya telah dilarang untuk beredar di Amerika Serikat. Namun, di banyak negara, oxilofrine bisa menjadi obat untuk mengatasi masalah tekanan darah rendah.

Dari 27 jumlah suplemen, 14 diantaranya ternyata mengandung methylsynephrine. Yang mengkhawatirkan adalah, suplemen-suplemen ini ternyata mengandung bahan ini dengan dosis yang lebih tinggi dari yang disarankan oleh pakar kesehatan. Menurut, dr. Cohen, jika kita mengkonsumsi suplemen ini sesuai petunjuk dalam label, dikhawatirkan kita akan mengkonsumsi 75 miligram methylsnephrine setiap minum, atau sekitar 250 mg setiap harinya. Tahukah anda, dosis aman yang disarankan untuk kandungan setiap harinya ternyata hanya 40 gram setiap harinya!

FDA, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat pun bertindak cepat menindaklanjuti penemuan ini dan segera meminta produsen suplemen ini untuk menariknya dari pasaran. Hal ini dikarenakan kandungan ini bisa meningkatkan tekanan darah dan volume darah yang keluar dari jantung dengan signifikan sehingga resiko terkena masalah hipertensi atau penyakit jantung pun bisa meningkat tajam.