Awas, Suka Membual Termasuk Gangguan Kejiwaan!

DokterSehat.com – Seseorang yang kerap membual dan membangga-banggakan dirinya sendiri kerap kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian bualan yang sangat meyakinkan banyak membuat orang percaya dengan apa yang dikatakan meski tak sesuai dengan realitas. Misalnya, muncul berbagai aliran sesat yang menganggap dirinya adalah Nabi.



Seseorang yang memiliki keyakinan yang bertentangan dengan realitas dalam dunia kedokteran disebut dengan gangguan jiwa berupa waham atau delusional.  Gangguan waham merupakan suatu gangguan psikiatri yang didominasi oleh gejala-gejala waham, dalam bentuk: cemburu, penganiayaan, kebesaran, somatic, atau campuran.

Waham merupakan suatu pikiran yang salah karena bertentangan dengan kenyataan dan dibangun atas unsur-unsur yang tidak berdasarkan logika. Meski begitu, seseorang tetap akan mempertahankan sesuatu yang diyakini sekalipun ada bukti yang menunjukkan kekeliruan terhadap keyakinan tersebut. Dalam hal ini keyakinan dalam bidang agama (tidak sesat)dan budaya tidak dianggap sebagai waham.

Menurut spesialis kesehatan jiwa, dr Andri, dalam kehidupan sehari-hari pengidap waham beraktivitas seperti orang normal pada umumnya dan tidak menunjukkan kepribadian yang aneh, kecuali sesuatu yang berkaitan dengan sistem waham yang abnormal.

Dr Andri memaparkan bahwa gejala gangguan waham sebatas kokohnya mempertahankan wahamnya dan tidak disertai dengan gejala gangguan jiwa lain seperti bisikan atau halusinasi yang biasa dialami penderita skizofrenia.

Gangguan waham disebabkan ketidakseimbangan dopamin pada jalur mesolimbik di otak. Akibatnya, terjadi peningkatan dopamin yang tidak normal sehingga bisa memicu waham.

Pengidap waham biasanya dapat menjelaskan sesuatu dengan runtut, sistematik, dan meyakinkan sehingga dapat membuat orang lain percaya.

Walaupun demikian, bukan berarti seseorang yang dapat menjelaskan sesuatu yang keliru secara runtut dan sistematik dianggap mengidap gangguan waham. Diperlukan pemeriksaan secara mendalam untuk menentukan benar tidaknya seseorang mengalami gangguan waham.

Baca Juga:  4 Hal Yang Perlu diketahui Tentang ALS

Gangguan waham kerap disalahgunakan penipu agar terlepas dari hukum. Perlu diketahui bahwa perbedaan penipu dengan penderita gangguan waham adalah sebuah kesadaran dalam menyebarkan sesuatu yang keliru.

Pada dasarnya penipu menyebarkan hal keliru dengan tujuan untuk mengambil keuntungan yang bersifat ekonomi atau berupa ketenaran. Sementara pengidap gangguan waham tidak memiliki motif ekonomi.

Dari berbagai sumber