Awas, Polusi Udara Bikin Bayi Lahir Kecil!

DokterSehat.com – Saat hamil sebaiknya wanita tidak hanya memperhatikan asupan makanannya saja. Sebuah studi menemukan bahwa paparan polusi pada tingkat rendah sekalipun bisa secara signifikan meningkatkan risiko melahirkan bayi kecil.

8

Penelitian yang dilansir  dalam The Lancet Respiratory Medicine Journal menemukan bahwa paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko bayi terlahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kilogram dan mengurangi lingkar kepala.

Bayi dengan bert badan rendah lebih berisiko meninggal saat masih bayi. Berat badan rendah juga dikaitkan dengan risiko terkena asma pada masa anak-anak dan penurunan fungsi paru-paru saat dewasa. Selain itu, lingkar kepala bayi juga bisa mempengaruhi perkembangan otak.

Penelitian ini memberikan perhatian khusus pada partikel yang tidak terlihat oleh mata manusia. Partikel karbon ini dikenal sebagai PM 2,5s yakni sekira satu-30 lembar rambut manusia yang dipancarkan dari berbagai sumber, termasuk asap lalu lintas dan polusi udara industri.

Para peneliti menduga untuk setiap kenaikan 5 mikrogram per meter kubik pada paparan partikel ini selama kehamilan, risiko berat badan lahir rendah pun meningkat sebesar 18 persen. Sebenarnya sebagian besar kasus berat badan lahir rendah dapat dicegah bila polusi udara di perkotaan terutama partikulat halus berkurang.

Selian polusi udara, bayi terlahir dengan berat badan rendah juga disebabkan kebiasaan buruk yang dilakukan ibu seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol selama kehamilan.