Awas, Pneumotoraks Mengintai Orang Kurus dan Perokok!

DokterSehat.com – Pneumotoraks merupakan suatu kondisi di mana ruang antara dinding rongga dada dan paru-paru terisi udara, hal ini menyebabkan semua atau sebagian paru-paru menciut. Biasanya air akan memasuki ruang pleura, melalui luka pada dinding dada atau lubang di paru-paru. Kondisi ini disebut pneumotoraks.



Pneumotoraks dapat juga dibagi atas:

1. Pneumotoraks Terbuka: Gangguan pada dinding dada berupa hubungan langsung antara ruang pleura dan lingkungan atau terbentuk saluran terbuka yang dapat mengakibatkan udara bisa keluar masuk dengan bebas ke rongga pleura selama proses respirasi.

2. Pneumotoraks Tertutup: Misal terdapat robekan pada pleura viseralis dan paru atau jalan nafas atau esofagus, sehingga masuk vakum pleura karena tekanan vakum pleura negatif.

3. Pneumotoraks Valvular: Bila udara dapat masuk ke dalam paru pada proses inspirasi tetapi tidak dapat keluar paru saat proses ekspirasi. Akibat hal ini dapat terjadi peningkatan tekanan intrapleural. Karena tekanan intrapleural meningkat maka dapat terjadi tension pneumotoraks.

Penyebab Pneumotoraks:

Penyebab utama dari pneumotoraks adalah trauma pada rongga dada, seperti tulang rusuk retak, trauma akibat tembusan dari peluru, pisau, atau benda tajam lainnya dapat langsung menusuk paru-paru.

Orang kurus juga rentan terhadap pneumotoraks spontan. Faktor risiko lain termasuk merokok dan penyalahgunaan penggunaan narkoba.

Pneumotoraks spontan

  • Pneumotoraks terjadi tanpa cedera jelas atau trauma.
  • Kantung berisi udara di paru-paru yang disebut “blebs” biasanya pecah dan udara bocor ke rongga pleura sehinggamenyebabkan pneumotoraks spontan. Hal ini terjadi pada orang yang bertubuh tinggi dan kurus karena bentuk paru-paru dan rongga dadanya lebih rentan terhadap cacat ini.
  • Sesak napas dan nyeri dada
  • Perokok beresiko lebih besar terkena pneumotoraks spontan.
  • Pengguna narkoba yang menghirup dalam-dalam dan tegas juga berisiko lebih besar.
Baca Juga:  Jangan Mengompres Demam Dengan Air Es!

Pneumotoraks traumatik

  • Trauma langsung pada dinding dada baik dari trauma tumpul atau penetrasi bisa menyebabkan pneumotoraks.
  • Trauma juga bisa terjadi akibat prosedur medis diagnostik atau terapeutik, seperti aspirasi jarum pada cairan dari rongga pleura, biopsi paru-paru, atau pemasangan kateter IV besar ke pembuluh darah dekat leher.
  • Pneumotoraks terkait penyakit dapat terjadi karena kelainan pada jaringan paru-paru. Pneumotoraks sebagai komplikasi dari kondisi berikut: Asma, Fibrosis kista, Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), misalnya, emfisema atau bronkitis kronis, serta Pneumocystis carinii pneumonia (PCP), infeksi oportunistik paru-paru yang sering diderita orang dengan AIDS.

Gejala pneumotoraks

1. Nyeri dada yang memburuk pada pernapasan atau dengan inspirasi dalam.

2. Nyeri sering menjalar ke bahu dan atau belakang.

3. Batuk kering yang bisa terjadi karena iritasi diafragma.

4. Pembuluh darah besar di leher meninjol

5. Warna kulit kebiruan karena kekurangan oksigen (disebut sianosis).

6. Denyut nadi mungkin cepat dan tekanan darah menurun.

7. Muncul rasa cemas dan mungkin mengalami kesulitan berbicara.

Jika tidak diobati selama lebih dari beberapa menit, penderita akan kehilangan kesadaran, shock, bahkan menimbulkan kematian.