Awas, Penggunaan Lensa Kontak Picu Keratokonus!

DokterSehat.com – Keratokonus merupakan perubahan bentuk atau penipisan kornea secara bertahap sehingga bentuknya mirip kerucut. Keratokonus mulai terjadi pada usia 10-20 tahun. Belum diketahui pasti apa penyebab terjadinya keratokonus. Namun, penyakit ini diketahui sering terjadi pada pemakai lensa kontak dan penderita rabun dekat.



Penyebab

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa keratokonus mungkin terjadi akibat beberapa hal, seperti:

1. Kelainan kornea bawaan

2. Adanya penyakit mata tertentu seperti retinitis pigmentosa, retinopati, konjungtivitis vernal.

3. Cedera mata akibat kebiasaan menggisik-gisik mata atau pemakaian lensa kontak yang keras selama bertahun-tahun.

4. Penyakit sistemik seperti amorosis kongenitalis Leber, sindroma Ehlers-Danlos, sindroma Down dan osteogenesis imperfekta.

Gejala

Pada penyakit keratokonus akan terjadi kelainan kelengkungan sehingga mengakibatkan perubahan pada kekuatan pembiasan kornea. Akibatnya akan terjadi astigmata sedang hingga berat dan rabun dekat. Keratokonus juga akan mengakibatkan pembengkakan dan terbentuknya jaringan parut yang menghalangi penglihatan.

 Pengobatan

Keratokonus biasanya menyerang kedua mata. Awalnya, penglihatan penderita dapat diperbaiki dengan memakai kaca mata. Namun, seiring makin parahnya astigmata, penderita harus memakai lensa kontak untuk mengurangi astigmata dan penglihatan jadi lebih baik.

Pada kebanyakan kasus, kornea akan kembali stabil beberapa tahun kemudian tanpa pernah menyebabkan gangguan penglihatan yang berat. Namun, sekitar 10-20% penderita, akhirnya korneanya membentuk jaringan parut atau tidak bisa mentolerir lensa kontak. Jika hal ini terjadi, maka perlu dilakukan pencangkokan kornea.