Awas, Pandangan Kabur Bisa Jadi Terkena Melanoma Okular!

DokterSehat.com – Melanoma okular atau melanoma mata merupakan kanker yang berkembang dari sel-sel yang disebut melanosit. Melanosit berfungsi menghasilkan pigmen melanin yang berwarna gelap, yang berfungsi untuk warna kulit kita. Sel-sel ini berada di berbagai wilayah di tubuh kita, seperti kulit, rambut, dan lapisan organ internal, termasuk mata.



Kebanyakan melanoma mulai tumbuh di kulit, tapi melanoma bisa juga berasal di bagian tubuh lainnya seperti mata.

Melanoma dapat berkembang di salah satu dari beberapa daerah di dalam mata. Melanoma uveal adalah jenis yang paling umum dari melanoma okular. Melanoma jenis ini muncul di sepanjang saluran uveal dari mata, yang meliputi koroid, ciliary body dan iris.

Koroid merupakan bagian dari lapisan bola mata. Pigmen berwarna gelap berfungsi untuk mencegah cahaya memantul di sekitar dalam mata. Ciliary memanjang dari koroid dan berfokus pada mata dengan mengubah bentuk lensa mata. Iris merupakan bagian depan mata yang berwarna, yang berfungsi mengontrol jumlah cahaya yang memasuki mata. Semua struktur ini diwarnai dengan melanin.

Melanoma juga dapat terjadi pada lapisan tipis di atas bagian putih mata (konjungtiva) atau pada kelopak mata, tapi ini sangat jarang terjadi. Kondisi ini dikenal sebagai melanoma konjungtiva.

Melanoma okular adalah jenis kanker paling umum yang mempengaruhi mata, jenis kanker ini masih cukup langka. Antara 400-450 kasus baru kanker mata (termasuk melanoma okular) didiagnosis di Inggris setiap tahun. Insiden melanoma okular meningkat seiring bertambahnya usia. Dari kebanyakan kasus, orang yang didiagnosis terkena penyakit ini biasanya berusia sekitar 50 tahunan.

Penyebab Melanoma Okular

Melanoma Okular  merupakan tipe yang jarang dari tumor dan belum diketahui faktor penyebab yang pasti. Diketahui bahwa paparan sinar ultraviolet (UV), baik dari matahari atau sunbeds, dapat meningkatkan risiko melanoma kulit. Orang-orang yang kulitnya dapat terbakar dengan mudah paling berisiko terkena penyakit ini. Orang yang memiliki rambut pirang atau merah dan mata biru berisiko terkena penyakit ini. Meski begitu, belum diketahui pasti hubungan antara paparan sinar UV dan pengembangan melanoma mata.

Baca Juga:  Selain Rokok, Berikut Adalah Beberapa Penyebab Resiko Terkena Kanker Paru-Paru Meningkat

Melanoma okular mungkin lebih sering terjadi pada orang yang memiliki tahi lalat yang tidak lazim (disebut juga sindrom Nevus displastik). Orang dengan kondisi ini biasanya memiliki lebih dari 100 tahi lalat di tubuh mereka, beberapa di antaranya tidak normal dalam ukuran dan bentuk, dan memiliki risiko lebih besar terkena melanoma kulit.

Gejala

Melanoma okular biasanya ditandai dengan penglihatan kabur dan saat melihat lampu berkedip dan membentuk bayangan. Namun, penyakit ini seringkali tidak menimbulkan gejala apapun. Melanoma okular bisa didiagnosis oleh seorang ahli optik pada saat dilakukan tes penglihatan.

Gejala melanoma okular mirip dengan gangguan mata lainnya, tetapi Anda harus memberitahu dokter atau ahli optik jika Anda menyadari adanya kelainan pada mata. Seorang spesialis mata (ophthalmologist) dapat mendiagnosis tumor ini dengan cara yang sederhana dan tanpa rasa sakit. Terkadang sampel kecil jaringan harus diambil dan diperiksa (biopsi), untuk memastikan diagnosis tersebut.