Awas, Orang Tua Perokok Bisa Membuat Anaknya Beresiko Mengalami Infeksi Paru Saat Dewasa

DokterSehat.Com – Jumlah orang yang merokok di Indonesia sangatlah banyak dan bahkan cenderung semakin meningkat. Kita bahkan bisa dengan mudah menemukan anak-anak dan remaja, khususnya laki-laki yang sudah merokok sejak dini karena alasan terlihat lebih keren dan lebih jantan. Banyak orang tua yang bahkan masih dengan enteng menghisap rokok di depan anak-anaknya yang masih berusia bayi atau balita meskipun mereka tahu ada dampak bahaya yang bisa didapatkan sang anak. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan jika anak yang menjadi perokok pasif karena kerap terkena paparan asap rokok ternyata bisa mengalami infeksi paru saat beranjak dewasa nantinya.

doktersehat-tbc-pada-anak-batuk-tuberkulosis

Pakar kesehatan yang memimpin penelitian yang dilakukan di American Heart Association; dr. Geetha Raghuver menyebutkan jika tak hanya di Indonesia, jumlah perokok di Amerika Serikat juga sangatlah banyak dan ironisnya, semakin kumuh tempat tinggal seorang anak, maka semakin sering pula mereka cenderung terpapar asap rokok. Banyak alasan yang mendasari orang tua tetap merokok di depan anaknya, namun, seringkali menghilangkan stress menjadi yang paling sering dikemukakan. Sayangnya, hal ini membuat 24 juta anak dan remaja di AS menjadi perokok pasif yang ironisnya lebih sering terjadi karena orangtuanya merokok.

Penelitian ini sendiri dilakukan pada tahun 2012 dan diketahui bahwa sampel darah dari anak-anak yang menjadi partisipan dengan rentang usia 3 hingga 11 tahun ini menunjukkan adanya produk nikotin yang disebut sebagai cotinine sebanyak 41 persen. Pada usia remaja; 12 hingga 19 tahun, paparan ini memang turun lebih sedikit, yakni 34 persen. Namun, tetap saja angka ini sangatlah tinggi dan bisa menyebabkan berbagai penyakit berbahaya layaknya infeksi paru, asma, penyakit kardiovaskular, hingga resistensi insulin yang pada akhirnya memicu diabetes.

Baca Juga:  Susu Tidak Menjadikan Tulang Kita Kuat

Sebuah pertanyaan pun langsung dikemukakan, jika anda adalah orang tua yang menyayangi anak anda? Apakah anda masih tega meningkatkan resiko anak terkena penyakit-penyakit berbahaya tersebut akibat dari paparan asap rokok anda?