Awas, Obat Pelangsing Tergolong Narkoba!

Doktersehat.com – Bagi orang awan wujud narkotika mungkin tidak jauh beda dengan wujud obat-obatan pada umumnya. Mereka hanya mengetahui kalau narkotika dapat menimbulkan sensasi “terbang” bila dikonsumsi. Padahal menurut Sri Suryowati, mantan anggota Dewan Pengawas Narkotika Internasional, obat yang dapat menurunkan berat badan secara drastis dan bisa membuat tubuh seakan antilelah juga bisa digolongkan dalam narkoba.



Obat pelangsing dan obat anticapek termasuk golongan narkotika bila dapat mengganggu metabolisme tubuh, menekan nafsu makan, sekresi terganggu, menjadi doping, dan membuat susah tidur.

Seorang pakar diet, dr Titi Sekarindah, menjelaskan bahwa obat pelangsing yang tergolong narkotika biasanya mengandung amfetamin yang berfungsi menekan nafsu makan.

Faktanya, amfetamin merupakan psikotropika golongan II yang hanya digunakan untuk terapi. Penggunaan obat ini harus dalam pengawasan dokter karena tidak boleh dikonsumsi sembarangan.

Amfetamin yang terkandung dalam obat pelangsing dapat membuat pemakainya menjadi lebih berenergi. Efek stimulansia dari amfetamin hampir sama dengan ekstasi yaitu dapat membuat orang bergerak tanpa merasa lelah.

Selain itu, obat ini juga bisa mengurangi nafsu makan sehingga tak heran bila obat ini digunakan untuk melangsingkan tubuh. Walaupun tidak makan, namun pemakainya masih memiliki banyak energi untuk terus beraktivitas. Kondisi inilah yang dapat menimbulkan masalah.

Amfetamin sebagai obat pelangsing dapat membuat seseorang menjadi tidak nafsu makan. Akibatnya, kalorinya akan menurun sehingga lama-kelamaan dapat mengakibatkan kurang gizi.

 

Sumber: detik.com