Awas, Melihat Pemberitaan Pembunuhan Sadis Bisa Memicu Gangguan Kecemasan

DokterSehat.Com – Pemberitaan pembunuhan sadis yang ada di Pulomas, Jakarta Timur, memang sedang menghiasi headline berbagai media massa di tanah air. Banyak orang yang penasaran dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada kasus pembunuhan sadis tersebut. Hanya saja, ada sebagian orang yang justru gara-gara mendengar kabar ini, akan mengalami gangguan kecemasan berlebih meskipun mereka tidak memiliki kaitan secara langsung dengan keluarga korban atau kasus ini. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

cemas_takut_doktersehat

Pakar kesehatan dr. Ari Fahrial Syam, SpPD yang berasal dari RS Tjipto Mangunkusumo menyebutkan jika gencarnya informasi melalui media massa, khususnya sosial media yang memang sangat cepat dan viral, bisa membuat kita mengalami gangguan kecemasan, apalagi jika melihat hal-hal yang cukup mengganggu psikologis kita. Kita bisa saja menjadi khawatir saat berada di tempat umum dan berpikir terlalu jauh dimana bisa saja kita akan mengalami kejadian mengerikan tersebut atau menjadi korban berikutnya.

Andai gangguan kecemasan berlebih ini muncul, kita bisa saja mengalami gejala-gejala layaknya munculnya keringat dingin, jantung yang berdebar-debar, sakit kepala, atau bahkan sesak nafas. Yang menjadi masalah adalah, andai penderita gangguan kecemasan ini memiliki riyawat penyakit kronis, bisa jadi Ia akan mengalami peningkatan tekanan darah atau kadar gula darah yang tentu akan sangat berbahaya.

Dr. Ari menyarankan kita untuk lebih bijak dalam memilah-milah informasi, khususnya yang terkait dengan pemberitaan pembunuhan sadis yang sedang ramai sekarang ini. Janganlah pernah menyebarkan foto korban, apalagi yang tidak disensor hanya karena alasan “ikut-ikutan”. Andai seorang penderita gangguan kejiwaan melihatnya, bisa jadi Ia akan mengalami masalah kesehatan yang jauh lebih serius.

Sebagai informasi, pembunuhan sadis yang ada di Pulomas, Jakarta Timur ini meninggalkan korban 6 orang meninggal dan 5 orang lainnya dalam perawatan intensif. Pihak kepolisian sendiri sedang mencari tahu apa yang menjadi pemicu pembunuhan yang sangat mengerikan ini dan berusaha untuk menangkap pelakunya.