Awas, Makanan yang Dimasak Dengan Microwave Beresiko Kurang Baik Bagi Kesehatan

Microwave adalah salah satu peralatan masak yang dianggap cukup praktis untuk digunakan. Bagaimana tidak, cukup dengan menekan tombol dan kita tinggal menunggu makanan untuk makan. Microwave snediri memakai semacam radiasi elektronik gelombang pendek atau mikro untuk membuat makanan cepat matang. Sayangnya, pakar kesehatan menyebutkan jika penggunaan microwave ternyata kurang baik bagi kesehatan. Apa sajakah dampak kurang baik dari makanan yang dimasak dengam microwave?

doktersehat-makanan-microwave

Munculnya karsinogen pada makanan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jika kita memasukkan makanan ke dalam wadah plastik ke dalam microwave, maka wadah makanan ini akan melepaskan kandungan karsinogen dan berbagai amcam racun lainnya ke dalam makanan. Jika kita mengkonsumsinya, tentu kita akan lebih beresiko tinggi terkena kanker, bukan?

Menghilangnya nutrisi pada makanan
Gelombang mikro pada makanan akan membuat molekul air di dalam makanan bergetar sehingga membangkitkan panas. Karena alasan inilah makanan dengan bahan kandungan air cukup tinggi cenderung lebih cepat dimasak dalam microwave. Sayangnya, karena perpuataran molekul air di dalam microwave ini sangatlah tinggi, maka terjadi friksi molekular di dalam makanan yang bisa membuat makanan pada akhirnya kehilangan nutrisi yang sebenarnya kita butuhkan bagi tubuh.

Kurang baik bagi kesehatan darah
Beberapa penelitian menunjukkan jika kita mengkonsumsi makanan yang dimasukkan pada microwave, khususnya sayuran atau bahkan susu, maka kita bisa mengalami penurunan sel darah merah, namun meningkatkan sel darah putih. Perubahan ini tentu akan kurang baik bagi tubuh kita. Bahkan, kadar kolesterol dalam darah juga bisa cenderung meningkat. Dengan adanya peningkatan kadar kolesterol, kita tentu akan meningkatkan resiko terkena masalah pada organ kardiovaskular layaknya jantung, bukan?

Mengubah ASI
Banyak orang yang menghangatkan ASI dengan microwave dengan alasan lebih praktis. Padahal, hal ini akan merusak kandungan vitamin B12 pada ASI yang sangat penting bagi bayi. Berbagai bakteri juga akan lebih mudah menyerang ASI karena agen penangkal bakteri alami pada ASI justru berkurang.