Awas, Makanan Kemasan Bisa Memicu Kanker

DokterSehat.Com – Untuk mendapatkan makanan atau jajanan, kita tidak lagi harus memasak makanan sendiri di dapur atau bahkan membeli di warung dan kedai makanan. Kini, makanan bahkan bisa dibeli di supermarket dan minimarket terdekat. Tak percaya? Kita bahkan bisa mendapatkan jajanan pasar dan nasi kepal dengan harga yang terjangkau di mini market. Berbagai macam pilihan makanan ini tentu saja semakin memudahkan kita dalam mendapatkan makanan untuk kita konsumsi. Sayangnya, dibalik kemudahan yang kita dapatkan, makanan-makanan ini juga bisa menjadi pemicu masalah kesehatan yang membahayakan, yakni penyakit kanker.

doktersehat-keripik-junk-food

Banyak sekali makanan kemasan layaknya keripik kentang yang memiliki bahan-bahan campuran yang bisa memicu kanker. Sebagai contoh, kandungan makanan akrilamida bisa ditemui pada makanan yang kaya karbohidrat layaknya kentang yang digoreng atau dipanggan. Disamping makannnya, bahan dari kemasan yang berupa vinil klorida ternyata juga bisa memicu penyakit kanker dalam jangka waktu tertentu.

Makanan dalam kemasan biasanya identik dengan bahan pengawet atau sodium benzoat. Memang, sodium benzoat sudah sangat awam ditemui di hampir semua snack, jajanan, dan produk olahan makanan lainnya. Jika sodium benzoat ini berpadu dengan vitamin C, bisa jadi bahan makanan ini menjadi pemicu utama masalah kanker yang membahayakan. Disamping itu, anak-anak yang terlalu sering memakan makanan yang mengandung bahan pengawet juga beresiko menjadi anak yang hiperaktif.

Pemanis buatan atau aspartam yang sering dijumpai pada minuman botolan dan minuman ringan juga dapat memicu kanker. Pemanis buatan berupa sakarin juga memiliki resiko yang sama jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar. Disamping itu, adanya bahan pengawet daging kemasan agar tahan lama layaknya sodium nitrit juga diyakini dapat memicu kanker lambung.

Baca Juga:  Kenali Faktor Penyebab Leukimia pada Anak

Makanan kemasan tentu saja akan sangat memudahkan kita dalam memilih makanan apa yang nantinya kita konsumsi. Hanya saja, jika kita mengkonsumsinya secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama, maka kondisi kesehatan kita pun beresiko akan terkena beberapa penyakit berbahaya. Ada baiknya kita juga mengimbangi dengan makanan alamiah yang jauh lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi. Lagipula, kini banyak contoh olahan makanan alamiah yang lezat dan murah, bukan?