Awas, Kesehatan Organ Vital Wanita Tidak Hanya Beresiko Mengalami Keputihan

DokterSehat.Com – Jika kita bertanya pada kaum hawa mengenai masalah apa yang paling mereka tidak inginkan pada organ vitalnya, maka hal pertama yang akan mereka sebutkan tentu saja adalah masalah keputihan. Sebagaimana kita ketahui, keputihan akan membuat organ vital menjadi terasa tidak nyaman, berbau, hingga merasa bagian ini selalu terasa basah. Dalam beberapa kasus, keputihan juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang jauh lebih besar dan harus diwaspadai. Namun, pakar kesehatan menyebutkan jika masalah pada organ vital wanita yang harus diwaspadai bukan hanya keuptihan. Tercatat, ada beberapa masalah kesehatan lainnya pada organ vital yang harus diwaspadai.

doktersehat-gagal-ginjal-Hemoialisis

Masalah kesehatan pada organ vital yang harus diwaspadai adalah vaginismus atau kondisi dimana vagina akan terasa sangat nyeri pada saat melakukan penetrasi hubungan intim aatau memakai tampon. Hal ini terjadi karena adanya kejang pada otot vagina. Jangan sepelekan masalah ini karena vaginismus ternyata merupakan masalah seksualitas yang serius.

Selain vaginismus, vulvodyna ternyata juga harus diwaspadai oleh kaum hawa. Penyebab dari vulvodyna sendiri masih menjadi perdebatan bagi banyak pakar kesehatan, namun, sebagian diantaranya mempercayai jika kondisi ini berkaitan erat dengan masalah hormon, cedera, hingga peradangan pada saraf yang tentu harus segera disembuhkan.

Organ vital wanita juga beresiko mengalami bacterial vaginosis, yakni kondisi dimana vagina kaum hawa terkena infeksi dari sejenis bakteri yang berkembang dengan jumlah yang tidak wajar pada vagina. Biasanya gejala dari penyakit ini adalah munculnya cairan kewanitaan yang berbau amis dan berwarna abu-abu. Wanita juga beresiko terkena trichomoniasis, semacam penyakit menular yang membuat vagina bisa memunculkan cairan kuning, busa, hingga mengalami iritasi.

Baca Juga:  Makanan Yang Dapat Mempertahankan Ereksi Pria

Dikarenakan organ vital wanita memiliki peran besar dalam sistem reproduksi dan sistem kesehatan tubuh secara umum, maka pada akhirnya kita memerikasaan kondisi-kondisi ini ke dokter untuk penanganan medis yang tepat.