Awas! Kanker Paru-Paru Tidak Hanya Menyerang Para Perokok Saja

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit yang sangat identik dengan pecandu rokok adalah kanker paru-paru. Kebiasaan para perokok untuk menghisap berbagai zat beracun ke dalam tubuhnya ini ternyata memang meningkatkan resiko terkena kanker paru-paru dengan signifikan. Sayangnya, pakar kesehatan menyebutkan jika tak hanya para perokok yang beresiko tinggi terkena kanker paru-paru ini. Siapa sajakah yang bisa terkena penyakit yang cukup mematikan ini?

doktersehat-Emboli-Paru-Penyakit-Paru-Obstruktif-Kronik-PPOk

Pakar kesehatan dari Lung Association dan Lahey Medical Center yang ada di Burlington, Massachusetts, Amerika Serikat bernama Andrea McKee, MD, menyebutkan jika penderita kanker paru-paru mayoritasnya adalah para pecandu rokok. Namun, ada 15 persen minoritas penderita penyakit ini yang ternyata sama sekali tidak memiliki sejarah penggunaan rokok dan cenderung berusia muda. Menurut beliau, hanya 16 persen kasus kanker paru-paru di seluruh dunia yang terdiagnosa saat kondisinya masih dalam level stadium satu, dimana ada nodul sebesar 7 hingga 8 mm di tengah-tengah paru dan tidak akan menimbulkan gejala apapun. Karena banyak orang yang tidak menyadarinya, banyak penderita kanker paru-paru yang baru memeriksakan kondisinya saat kondisi kanker sudah cukup parah dimana nodul tersebut sudah sangat menggangu pernafasan dan sulit untuk disembuhkan.

Sebagai informasi, kanker paru-paru ternyata membunuh lebih banyak wanita jika dibandingkan dengan kasus kanker payudara, kanker ovarium, hingga kanker rahim secara bersamaan. Menurut pakar kesehatan, mereka yang kerap terpapar polutan layaknya asbes, asap mesin diesel, arsen, dan juga radon cukup rentan terkena kanker ini.

Lantas, bagaimanakah cara mendeteksi dini penyakit kanker paru-paru ini. Pakar kesehatan menyebutkan jika kita harus mewaspadai batuk kering yang juga bisa menimbulkan rasa nyeri pada bagian bawah tulang rusuk, apalagi jika batuk ini berlangsung hingga berminggu-minggu lamanya. Dr. McKee berkata batuk biasanya tidak akan berlangsung lebih dari dua atau tiga minggu sehingga andai batuk berlangsung dengan lebih lama, ada baiknya kita melakukan pemeriksaan kesehatan yang jauh lebih mendalam demi mencegah kanker paru-paru.