Awas, Area Kewanitaan Beresiko Terkena Infeksi Jamur

DokterSehat.Com – Sebagaimana bagian tubuh lainnya, area kewanitaan wanita juga harus dijaga kebersihan dan kesehatannya dengan baik. Hal ini dikarenakan area ini cukup rentan terkena berbagai macam infeksi, khususnya yang disebabkan oleh bakteri atau bahkan jamur. JIka hal ini terjadi, kesehatan organ kewanitaan atau bahkan organ reproduksi wanita bisa mengalami masalah kesehatan yang berbahaya. Jika wanita ingin terhindar dari infeksi jamur pada area kewanitaannya, ada baiknya mereka melakukan hal-hal berikut.

doktersehat-kutil-kelamin-kanker-vagina-keringat

Anda adalah apa yang anda makan. Pepatah ini ternyata juga berkaitan dengan dunia kesehatan, khususnya kesehatan wanita. Jika wanita cenderung suka mengkonsumsi makanan yang kaya akan jamur, apalagi yang berupa minuman fermentasi layaknya bir atau wine secara berlebihan, maka area kewanitaannya juga ikut beresiko mengalami infeksi jamur. Selain itu, wanita yang suka mengkonsumsi makanan kaya gula juga memiliki resiko yang sama. Untuk menghindarinya, cobalah menata konsumsi makanan dan minuman dengan gizi seimbang demi menjaga kesehatan area kewanitaan.

Penggunaan pakaian juga memiliki pengaruh besar pada resiko terkena infeksi jamur pada area kewanitaan. Jamur akan sangat menyukai area yang hangat dan lembab, khususnya di area selangkangan yang hampir tidak pernah terkena udara luar selain saat mandi. Karena alasan inilah, ada baiknya wanita mulai memilih pakaian yang tidak terlalu ketat karena akan sangat panas bagi area kewanitaan. Panas yang berlebihan juga akan menyebabkan area ini berkeringat lebih banyak sehingga sangatlah lembab yang tentu akan mengundang tumbuhnya jamur.

Lantas, apakah ad acara untuk mencegah munculnya infeksi jamur pada area kewanitaan? Pakar kesehatan dr. Lorraine Maita, M.D., menyebutkan jika wanita sebaiknya mulai banyak mengkonsumsi probiotik yang akan menjaga keseimbangan kadar hormon layaknya estrogen dan progesterone mengingat jika kadar hormon tersebut tidak seimbang, maka akan mampu memicu munculnya infeksi jamur.