Awas, Anak-Anak Bisa Terkena Penyakit Pada Organ Genitalnya

DokterSehat.Com – Organ genital anak, yang biasanya berupa alat kelamin atau area di sekitar anus ternyata bisa menjadi area yang beresiko tinggi terkena berbagai macam penyakit. Jika anak mengeluhkan ada rasa sakit atau tidak nyaman pada organ genitalnya ini, ada baiknya memang anak segera diperiksakan ke dokter. Sebenarnya, penyakit apa sajakah yang beresiko menyerang organ genital anak?

doktersehat-organ-genital-gatal-penyakit

Pakar kesehatan menyebutkan jika cacingan adalah masalah pada organ genital yang paling umum terjadi pada anak-anak, khususnya di Indonesia. Seringkali, masalah cacingan ini akan menjadi semakin parah jika sudah menginfeksi area anus sang anak sehingga membuat area tersebut gatal-gatal dan terasa nyeri. Penyebab dari masalah cacingan sendiri adalah kebiasaan anak-anak yang kerap beraktivitas pada tempat yang kotor dan seringnya mereka mengkonsumsi makanan yang kurang bersih atau makan dengan tangan yang tidak dicuci dengan bersih sebelumnya. Selain itu, cacingan juga bisa muncul dari kuku yang jarang dipotong hingga pakaian yang dikenakan sang anak.

Masalah berikutnya yang bisa terjadi pada organ genital anak adalah iritasi kulit pada area selangkangan anak. Selain bahan celana dalam yang terlalu ketat, kadangkala bahan celana yang kurang lembut bisa membuat area genital mengalami iritasi berupa kemearhan hingga lecet-lecet. Untuk mengatasinya, kita bisa memakai semacam baby oil dan mengganti celana dalam dengan yang berukuran lebih pas dan berbahan lebih lembut.

Organ genital anak laki-laki juga beresiko tinggi terkena balanitis atau peradangan pada bagian kepala dan kulit dari penisnya. Seringkali, balanitis terjadi pada anak yang belum disunat dan kurang menjaga kebersihan organ vitalnya dengan baik. Untuk mencegahnya, ada baiknya organ vital dijaga kebersihannya dengan seksama.

Baca Juga:  Susu Bisa Bikin Jerawatan?

Anak juga bisa mengalai fisura anal pada organ genitalnya dimana duburnya akan lecet-lecet atau terluka sehingga bisa membuat kotoran seakan-akan disertai bercak darah. Selain menjaga pola makan yang kaya akan serat yang menjaga kelancaran buang air besar, cobalah untuk memberikan semacam petroleum jelly untuk mengatasi masalah ini.