Awas, Alergi Pada Deterjen Bisa Sangat Membuat Kulit Pecah-Pecah

DokterSehat.Com – Dalam realitanya, sebagian besar ibu rumah tangga di tanah air akan cukup sering bersentuhan dengan deterjen. Deterjen sendiri adalah bahan pembersih yang mampu mengatasi berbagai kotoran, noda, hingga debu yang menempel pada pakaian setelah kita kenakan seharian. Mengingat penggunaan pakaian bisa mencapai lebih dari satu potong setiap harinya, maka frekuensi penggunaan deterjen untuk mencuci pun akan cukup sering terjadi. Selain itu, proses mencuci, apalagi yang masih memakai cara yang manual juga seringkali masih membutuhkan banyak waktu.

doktersehat-sabun-cuci-tangan-ocd

Tanpa disadari, penggunaan deterjen dalam waktu yang lama dan frekuensi yang cukup sering ternyata juga bisa ikut berimbas pada kesehatan kulit. Menurut pakar kesehatan kulit dari D & I Skin Center, Denpasar, Bali, dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK. Disebutkan jika penggunaan deterjen ternyata bisa menyebabkan kulit pecah-pecah atau bahkan berdarah, khususnya bagi kulit jari-jari tangan atau bahkan kaki. Menurut beliau, kondisi ini disebabkan oleh adanya dermatitis kontak yang membuat kulit teriritasi akibat adanya kontak langsung dengan deterjen secara berulang-ulang. Paparan bahan kimia dari deterjen ternyata bisa berimbas buruk pada kulit sehingga lama-lama akan membuat kulit menjadi semakin kering dan keras yang diawali dengan rasa perih, pecah-pecah, dan pada akhirnya berdarah.

Selain bisa memberikan rasa kurang nyaman bagi kulit, kondisi pecah-pecah dan berdarah ini juga bisa membuat ibu menjadi khawatir dengan penampilan kulitnya yang semakin memburuk, apalagi jika pada akhirnya kulit mengalami infeksi dan bernanah. Untuk mengatasinya, tentu kita harus memeriksakan kondisi ini ke dokter terlebih dahulu agar mendapatkan penanganan medis yang tepat. Setelah itu, untuk mencegah hal ini agar tidak terjadi kembali, ada baiknya kita mengganti deterjen dengan jenis yang lebih aman dan ramah bagi kulit kita.

Baca Juga:  Hal-Hal Sederhana ini Bisa Membuat Kalori "Terbakar"