Awak Kabin Air Asia Indonesia Dikabarkan Menolak Seorang Gadis Kecil Masuk Pesawat Karena Mengidap Penyakit Langka

DokterSehat.Com – Belakangan ini, maskapai AirAsia Indonesia dikabarkan menolak mengijinkan seorang gadis kecil berusia 10 tahun menaiki pesawat akibat mengidap penyakit langka. Kasus ini terjadi pada penerbangan bernomor QZ 508 dari Denpasar menuju Singapura pada 9 April 2016. Kabar ini sendiri menjadi viral melalui media sosial dan diawali oleh surat terbuka yang ditulis oleh akun Facebook bernama Amanda Sparkles. Menurut cerita dari Sparkles, awak kabin Air Asia memperlakukan putri dari temannya dengan cara yang sangat buruk karena memiliki kelainan penyakit kulit genetik yang sangat langka, yakni dengan menolak sang gadis kecil menaiki penerbangan tersebut.

doktersehat-bayi-tangan-merah-rash-gatal-iritasi-sindrom-stevens-johnson-Erisipelas-lupus

Diketahui bahwa sang putri yang bernama Aliya ternyata terlahir dengan penyakit genetik yang sangat langka yang disebut sebagai Ichthyosis. Meskipun menderita penyakit ini, orang tua Aliya selama 10 tahun terakhir terus berusaha agar membuat anaknya kuat secara mental dan fisik meskipun sang putri merasakan penderitaan yang luar biasa akibat penyakit ini. Sayangnya, perlakukan awak kabin Air Asia yang memintanya tidak menaiki pesawat dengan alasan “membuat ketidaknyamanan bagi penumpang lain dan adanya kemungkinan menulari penumpang lainnya” ternyata ikut berimbas pada psikologis Aliya. Orang tua sang putri mengaku jika sang anak kehilangan kepercayaan diri akibat perlakukan ini hanya karena penampilan fisiknya yang berbeda akibat adanya penyakit langka ini.

Ichthyosis sendiri termasuk dalam jenis penyakit langka yang masih belum ditemukan pengobatannya. Penyakit ini membuat kulit sama sekali tidak berfungsi sehingga kulit pun tidak bisa mendapatkan kelembaban sama sekali. Hasilnya? Kulit Aliya pun berwarna sangat merah. Untuk mengatasi tidak adanya produksi kelembaban alami pada kulit, Aliya pun harus selalu memakai obat-obatan, losion dan memakai semprotan air.

Baca Juga:  Waspada Flakka, Narkoba Jenis Baru yang Membuat Penggunanya Seperti Zombie

Diketahui Aliya ternyata telah mendirikan yayasan Diya and Aliya’s Friend’s Fund yang memiliki tujuan mengumpulkan dana untuk membantu para penderita lichthyosis dimanapun. Ia pun melakukan aktivitas secara normal sebagaimana anak lainnya, meskipun jika bepergian dengan pesawat, Ia harus memakai berbagai peralatan khusus baik itu obat-obatan, lotion, botol dan semprotan air, hingga surat khusus dari dokter.

Dengan viralnya kasus ini, Air Asia Indonesia melalui laman Facebooknya pun melakukan klarifikasi akan hal ini dimana investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk menyelesaikan kasus ini.

Source: The Independent