Atresia Bilier – Penyebaran

doktersehat-hati-atresia-bilia-kelainan-penyakit- saluran-empedu-hepatitis

DokterSehat.Com– Identifikasi inflamasi aktif dan progresif dan kehancuran sistem empedu menunjukkan bahwa atresia bilier ekstrahepatik kemungkinan merupakan lesi atau kerusakan yang akuisita (penyebab masih belum jelas). Tidak ada faktor etiologi (penyebab) tunggal yang telah diidentifikasi. Agen infeksius tampaknya menjadi kandidat yang paling masuk akal, terutama dalam bentuk atresia terisolasi (neonatal). Beberapa studi telah mengidentifikasi titer antibodi yang tinggi untuk reovirus tipe 3 pada pasien dengan atresia bilier bila dibandingkan dengan kontrol. Virus lainnya, termasuk rotavirus dan sitomegalovirus (CMV), juga telah terlibat.

Epidemiologi
Epidemiologi adalah pola kesehatan dan penyakit yang terkait di tingkat populasi. Ini adalah model cornerstone penelitian kesehatan masyarakat, dan membantu menginformasikan kedokteran berbasis bukti untuk mengidentifikasikan faktor risiko penyakit serta menentukan pendekatan penanganan yang optimal untuk praktik klinik dan untuk kedokteran preventif. 

Frekuensi
Penelitian menyebutkan kejadian secara keseluruhan di Amerika Serikat dari 1 per 10.000-15.000 kelahiran hidup.

Untuk frekuensi Internasional, penyakit atresia bilier tertinggi pada populasi Asia, dan mungkin lebih sering pada bayi di China dibandingkan dengan bayi di Jepang.

Mortalitas atau morbiditas
Sebelum pengembangan transplantasi hati sebagai pilihan terapi untuk anak-anak dengan penyakit hati stadium akhir, tingkat kelangsungan hidup jangka panjang untuk bayi dengan atresia bilier berikut portoenterostomy adalah 47-60 persen pada usia 5 tahun dan 25-35 persen pada 10 tahun. Dalam sepertiga dari semua pasien, aliran empedu tidak adekuat setelah operasi, dan anak-anak ini meninggal pada komplikasi sirosis bilier dalam beberapa tahun pertama kehidupan kecuali transplantasi hati dilakukan. Setelah portoenterostomy komplikasi termasuk kolangitis 50 persen dan hipertensi portal >60 persen.

Karsinoma hepatoseluler (kanker sel hati) dapat menjadi risiko bagi pasien dengan sirosis dan tidak ada bukti klinis hipertensi portal. Fibrosis progresif dan sirosis bilier berkembang pada anak-anak yang tidak mengalirkan empedu. Dengan demikian transplantasi hati mungkin satu-satunya pilihan untuk kelangsungan hidup jangka panjang pada sebagian besar pasien.

Ras
Penyakit atresia bilier tertinggi adalah pada populasi Asia. Gangguan juga terjadi pada bayi kulit hitam, dengan kejadian sekitar dua kali lebih tinggi daripada bayi kulit putih.

Jenis kelamin
Atresia bilier ekstrahepatik lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.

Usia
Atresia bilier adalah gangguan yang unik untuk periode neonatal. Jenis penyakit pada janin atau perinatal tampak jelas dalam dua minggu pertama kehidupan; jenis penyakit pada postnatal biasanya tampak pada bayi berusia 2-8 minggu.

Atresia Bilier – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4