informasi kesehatan


Atasi Konstipasi Dengan Probiotik Lactobacillus Reuteri

Atasi Konstipasi Dengan Probiotik Lactobacillus Reuteri

            

DokterSehat.com – Beberapa hal yang wajib anda ketahui

• Air Susu Ibu (ASI), makanan utama bayi 0-6 bulan, secara alami mengandung probiotik.
• Probiotik adalah bakteri baik yang secara umum berfungsi untuk menjaga kenyamanan saluran cerna.
• Secara spesifik, probiotik Lactobacillus reuteri dapat menurunkan gejala konstipasi fungsional dengan meningkatkan frekuensi BAB
• Konstipasi fungsional umumnya bukan gejala medis serius namun sering menimbulkan ketidaknyamanan bagi anak dan orang tua.

Sebuah penelitian tentang probiotik pada tahun 2010 yang dilakukan oleh Coccorullo, dkk menemukan bahwa probiotik Lactobacillus reuteri dapat menurunkan risiko konstipasi fungsional pada bayi dengan meningkatkan frekuensi buang air besar (BAB).Konstipasi fungsional, atau sering disebut sembelit, umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Feses yang besar, keras dan sulit dikeluarkan meningkatkan kecenderungan untuk enggan buang air besar. Semakin sering si kecil menahan pengeluaran feses, semakin sulit feses dikeluarkan, sehingga tak jarang konstipasi menyebabkan rasa nyeri, tidak nyaman, bahkan tangis pada bayi. Kondisi ini tentunya menyebabkan kekhawatiran bagi orang tua.

dr. Eva Jeumpa Soelaeman, SpA(K), Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatogizi, Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jakarta, memaparkan pada edukasi kesehatan beberapa waktu lalu bahwa pada umumnya keluhan konstipasi fungsional bukan dikarenakan adanya kelainan atau penyakit organik. Pada bayi dan anak, konstipasi fungsional dapat disebabkan karena adanya riwayat pada keluarga, ketidakseimbangan mikroflora usus, gangguan motilitas saluran cerna bawah, serta perubahan asupan makanan.

Gizi sangat menentukan pembentukan mikroflora usus yang sehat dan seimbang. Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber gizi utama bagi bayi pada 6 bulan pertama kehidupan dan tetap penting hingga anak berusia 2 tahun. ASI secara alami mengandung berbagai bakteri baik tersebut yang juga disebut probiotik. Sebuah studi yang dilakukan oleh Sinkiewics, dkk (2008) menemukan bahwa Lactobacillus reuteri secara alami ditemukan dalam ASI di berbagai negara di seluruh dunia. Sedangkan Guimonde, dkk (2007) menemukan bahwa beragam bifidobacteria, seperti Bifidobacterium longum dan Bifidobacterium lactis, juga terdapat dalam ASI.

Bayi yang mendapat ASI cenderung memiliki mikroflora usus yang dominan bakteri baik bifidobacteria dan lactobacilli.

“Setiap probiotik memiliki fungsi tersendiri, namun secara umum probiotik memberi perlindungan dan menjaga kenyamanan pada saluran cerna terhadap paparan patogen dari makanan dari lingkungan,” papar dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A(K).

Selain terdapat dalam ASI secara alami, probiotik Lactobacillus reuteri merupakan bagian dari mikroflora saluran cerna bayi dan anak-anak. Probiotik Lactobacillus reuteri memfermentasi karbohidrat laktosa atau oligosakarida yang tidak tercerna dalam usus besar untuk menghasilkan suasana asam yang memperbaiki motilitas usus dengan meningkatkan gerakan peristalsis usus yang membantu pengeluaran feses. Lactobacillus reuteri membantu mengatasi konstipasi fungsional secara efektif, alamiah, dan aman dengan meningkatkan frekuensi buang air besar.

Lebih lanjut, dr. Sri Sukmaniah MSC, SpGK dari staff Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSCM Jakarta mengungkapkan, ”Terdapat kadar laktosa yang tinggi serta oligosakarida di dalam ASI yang dapat difermentasi oleh probiotik”. Kandungan gizi tersebut membantu meningkatkan kenyamanan saluran cerna akan menjadi lebih nyaman dan menurunkan risiko konstipasi.

Setelah usia 6 bulan sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi maka, ASI saja tidak lagi mencukupi, bayi memerlukan tambahan asupan gizi lewat makanan pendamping ASI (MPASI), yang dilanjutkan dengan makanan keluarga ketika anak berusia 1 tahun. Perubahan jenis asupan makanan ini dapat menyebabkan konstipasi, khususnya jika MPASI yang diberikan rendah kandungan serat dan air. Oleh karena itu, penting bagi bayi untuk mendapatkan MPASI yang mengandung serat alami dari buah, sayuran,kacang-kacangan,dan gandum utuh, selain itu dari berbagai penelitian melaporkan bahwa probiotik, yaitu bakteri baik yang terdapat dalam saluran cerna, juga mempunyai peran yang penting untuk mencegah konstipasi dan serta probiotik untuk tetap menjaga kesehatan saluran cernanya dan menurunkan risiko konstipasi, ungkap dr. Sri Sukmaniah , MSc, SpGK.

Ditulis oleh Kontributor DokterSehat.com

pf button both Atasi Konstipasi Dengan Probiotik Lactobacillus Reuteri


 
                     

 

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

3 Responses to “Atasi Konstipasi Dengan Probiotik Lactobacillus Reuteri”

  1. tips kesehatan says:

    nice artikel dok,thanks infonya

    :)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  2. yusi says:

    Anak saya 8bln setelah saya beri bubur tim saring sayur+tempe sering sembelit. Saya k DSA diberi obat pencahar hny membantu saat itu saja. setelah itu masih BAB 2-3hr dgn feses keras. Apakah pencernaan anak saya terganggu krn pemberian mpasi tsb? probiotik Lactobacillus reuteri bs didapat dr makananan/produk apa y? Apakah produk spt L-Bio dpt membantu?trima kasih

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  3. yusi says:

    Anak saya asi eksklusif. Suatu ketika usia 8bln setelah saya beri bubur tim saring sayur+tempe sering sembelit. Saya k DSA diberi obat pencahar hny membantu saat itu saja. setelah itu masih BAB 2-3hr dgn feses keras. Apakah pencernaan anak saya terganggu krn pemberian mpasi tsb? probiotik Lactobacillus reuteri bs didapat dr makananan/produk apa y? Apakah produk spt L-Bio dpt membantu?trima kasih

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0