Aspirin Kurangi Risiko Kanker Tenggorokan

DokterSehat.Com – Sebagai obat pereda nyeri kepala, Aspirin ternyata dapat menekan risiko seseorang terkena kanker kerongkongan. Hal ini yang terungkap dalam sebuah penelitian baru-baru ini di Amerika.

doktersehat-faringitis-tenggorokan-sakit

Seperti diberitakan Dailymail (24/7) Aspirin dapat mengurangi risiko kanker tenggorokan sebesar 44% dalam sebuah studi baru. Dalam studi sebelumnya Aspirin juga dikenal dapat membantu mencegah sejumlah penyakit, termasuk radang sendi, penyakit jantung dan stroke, dan sekarang para peneliti mengatakan itu dapat mengurangi risiko kanker esofagus.

Penyakit ini menyerang dan membuat 7.610 warga Inggris meninggal pada tahun 2009, dengan diagnosis 8.161 orang tak tersembuhkan dari penyakit ini.

kerongkongan Barrett atau Barrett’s esophagus (BE), pada dasarnya adalah kondisi yang mempengaruhi sel-sel di tenggorokan. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan risiko munculnya kanker esofagus. Dalam studi menemukan obat anti inflamasi (NSAID), seperti Aspirin, telah dihubungkan dengan tingkat kematian lebih rendah untuk kanker esofagus.

Dalam penelitiannya, para ilmuwan menganalisis karakteristik dari 434 pasien dalam sebuah metode skrining manajemen. Mereka menemukan bahwa mengonsumsi Aspirin dapat mengurangi risiko sebanyak 44% munculnya BE.

Hasil studi klinis di Gastroenterologi dan Hepatologi ini juga menunjukkan pria lebih berisiko tiga kali lipat daripada wanita. Meski demikian para peneliti memperingatkan orang-orang untuk tidak mengambil dosis tinggi Aspirin guna mencegah BE.

Dr Chin Hur dari, Massachusetts General Hospital Institute for Technology Assessment mengatakan cara ini tidak akan dianjurkan bagi pasien untuk mulai mengonsumsi Aspirin, terutama pada dosis yang lebih tinggi. Karena pasti akan ada risiko buruknya.

“Namun, dalam temuan kami, memang ditemukan pengaruh positif antara konsumsi Aspirin dan dan penekanan risiko kerongkongan Barrett dan kanker esophagus. Selain itu, cara ini diduga juga memiliki pengaruh positif terhadap risiko timbulnya masalah kardiovaskular. Sehingga Aspirin bisa menjadi pertimbangan dalam metode pengobatan kelak,” jelasnya.

Baca Juga:  Efek Buruk AC Bagi Kesehatan

Tahun lalu, 7.610 orang di Inggris meninggal karena kanker esofagus. Dan pada tahun 2009, 8.161 orang didiagnosis dengan penyakit tak tersembuhkan ini.

Tetapi peneliti mengatakan minum aspirin dapat mengurangi risiko Barrett’s esophagus (BE), yaitu suatu kondisi yang mempengaruhi sel-sel di tenggorokan dan diketahui merupakan faktor terbesar kanker esofagus.

Hasil yang dilakukan oleh Clinical Gastroenterology and Hepatology juga menunjukkan bahwa pria tiga kali lebih mungkin menderita penyakit ini dibanding wanita, seperti dilansir Dailymail.

Namun para peneliti memperingatkan jangan berlebihan mengonsumsi aspirin untuk mencegah kanker tenggorokan. Penelitian lebih lanjut sedang dilakukan untuk melihat dan mempertimbangkan apakah aspirin dapat menjadi pengobatan dalam menangani kanker esofagus.

Studi sebelumnya telah menemukan obat anti-inflammatory tanpa aspirin (NSAID), terutama aspirin, dapat menurunkan tingkat kematian akibat kanker esofagus.