Aspirin Bisa Cegah Kanker?

DokterSehat.com – Banyak orang yang mengonsumsi aspirin setiap hari untuk menurunkan resiko serangan jantung dan stroke serta menurunkan risiko kanker. Penelitian terbaru membuktikan bahwa mengonsumsi aspirin setiap hari bisa membantu mencegah terjadinya kanker. Selain itu, mengonsumsi aspirin setiap hari juga bisa menjadi pengobatan yang efektif untuk penderita kanker.



Dalam serangkaian penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet, seorang peneliti di Britania Raya memperdalam penelitian sebelumnya yang mengaitkan penggunaan aspirin sehari-hari baik dalam dosis rendah atau penuh dengan penurunan risiko kematian akibat kanker dalam satu dekade.

Para peneliti menguji dampak jangka pendek dari terapi aspirin pada kanker. Menurut pemimpin penelitian tersebut, Peter M. Rothwell, MD, PhD, hasil penelitian menemukan adanya penurunan kanker setelah tiga tahun penggunaan aspirin setiap harinya. Orang yang mengonsumsi aspirin paling sedikit selama lima tahun memiliki risiko lebih rendah meninggal akibat kanker setelah didiagnosis.

Aspirin harian Mengurangi Kematian Kanker

Dalam salah satu studi baru, Rothwell dan rekannya menganalisis data dari 51 percobaan yang awalnya dirancang untuk menguji dampak aspirin harian pada risiko serangan jantung dan stroke. Menurut analisis, mengonsumsi aspirin dosis rendah setiap hari mengurangi risiko kematian akibat kanker sebesar 37 persen setelah setidaknya lima tahun penggunaan. Mengonsumsi aspirin setiap hari selama setidaknya tiga tahun mengurangi risiko kanker hampir 25 persen pada pria dan wanita.

Dalam studi kedua, para peneliti menguji dampak dari terapi aspirin harian pada metastasis kanker dengan menganalisis data yang baru diterbitkan dari lima percobaan besar lainnya. Ketiga percobaan juga menunjukkan bahwa penggunaan aspirin secara teratur bisa mengurangi risiko jangka panjang terkena kanker kolorektal, serta kanker kerongkongan dan kanker payudara.

Baca Juga:  Pengobatan Penyakit Diabetes Millitus

Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah risiko pendarahan besar menurun dari waktu ke waktu pada pasien yang mengonsumsi aspirin setiap hari. Dalam sebuah editorial yang diterbitkan dengan penelitian ini, Andrew T. Chan, MD, MPH, dan Nancy R. Cook ScD, dari Brigham dan Rumah Sakit Wanita dan Harvard Medical School, menyimpulkan bahwa pedoman masa depan tentang penggunaan aspirin harian harus mempertimbangkan dampak terapi ini pada kanker serta pada risiko serangan jantung dan stroke.

Pasien perlu mendiskusikan manfaat dan risiko mengonsumsi aspirin setiap hari dengan dokter mereka sebelum memulai terapi.