Asma Bisa Dikendalikan Dengan Aromaterapi

DokterSehat.Com – Asma adalah salah satu penyakit yang akan sangat menyiksa penderitanya. Saat asma kambuh, penderitanya bisa mengalami sesak nafas, dada yang terasa nyeri, dan bahkan nafas disertai dengan suara berat dari tenggorokan. Memang, kini ada banyak sekali obat yang diklaim mampu meredakan masalah asma. Namun, tahukah anda, asma ternyata juga bisa dikendalikan dengan memakai aromaterapi.

doktersehat-sesak-nafas-asma

Banyak pakar kesehatan yang masih memperdebatkan apakah aromaterapi memang bisa digunakan untuk meredakan asma atau tidak. Namun, beberapa orang mengklaim jika setelah menghirup atau mendapatkan pemijatan dengan aromaterapi berupa minyak esensial yang disebut dengan minyak atsiri ini, maka saluran pernafasan yang sebelumnya terasa sangat sempit untuk bernafas akan menjadi lebih lega. Minyak atsiri sendiri ternyata juga kerap dipakai oleh banyak terapis sebagai salah satu cara alternatif untuk mengobati masalah mental dan beberapa masalah kesehatan lainnya.

Minyak atsiri sendiri bisa dibuat oleh campuran minyak chamomile, minyak lavender, hingga minyak jojoba dan minyak almond manis. Dengan menggosokkan minyak atsiri ini pada dada saat kita terkena serangan asma ringan, maka gejala dari asma pun akan segera mereda. Campuran minyak atsiri yang terbaik untuk meredakan asma dengan pemijatan adalah delapan tetes dari minyak lavender, dua tetes minyak chamomile yang dicampur dengan beberapa tetes minyak jojoba atau minyak almond manis.

Selain dengan pemijatan, jenis aroma terapi yang lain adalah dengan memakai uap dari minyak levender. Enam hingga sepuluh tetes minyak lavender bisa dihirup jika kita mengalami serangan asma. Uap dari minyak lavender ini bisa membantu saluran pernafasan menjadi lebih lega. Selain minyak lavender, minyak peppermint juga bisa kita pakai untuk meredakan asma. Satu tetes minyak peppermint bisa kita pijatkan ke area dada saat asma menyerang dan gejala asma pun akan segera mereda. Minyak peppermint yang berbau harum ini juga bisa dibawa kemana-mana oleh penderita asma sebagai pengendali masalah asma jika tiba-tiba kambuh.