Asidosis Tubulus Renalis – Penyakit Langka yang Berbahaya

Doktersehat.com – Penyakit Asidosis tubulus renalis (ATR) termasuk penyakit yang jarang terjadi, dengan manifestasi klinis yang tidak spesifik sehingga diagnosis sering terlambat. Meski sangat jarang tetapi kejadian penyakit ini semakin meningkat dari tahun ke tahun.Asidosis tubulus renalis (Renal tubular acidosis, RTA) merupakan suatu penyakit ginjal (renal) khususnya pada bagian tubulus renalis-nya. Menurut sejumlah literatur ilmiah bidang kesehatan, penyakit ATR ini memang tergolong penyakit langka, dengan manifestasi klinis yang tidak spesifik sehingga diagnosis sering terlambat.

Pada umumnya ginjal menyerap asam sisa metabolisme dari darah dan membuangnya ke dalam urin. Penyakit ini disebabkan oleh bagian dari ginjal yang bernama tubulus renalis tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga hanya sedikit asam yang dibuang ke dalam urin. Akibatnya terjadi penimbunan asam dalam darah, yang mengakibatkan terjadinya asidosis, yakni tingkat keasamannya menjadi di atas ambang normal. Ginjal menyerap asam dari darah dan membuangnya ke dalam air kemih. Pada penyakit ini, tubulus renalis tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan hanya sedikit asam yang dibuang ke dalam air kemih.

Sebagai akibatnya terjadi penimbunan asam di dalam darah, keadaan ini disebut asidosis metabolik, yang bisa menimbulkan masalah seperti rendahnya kadar kalium dalam darah pengendapan kalsium di dalam ginjal kecenderungan terjadinya dehidrasi perlunakan dan pembengkokan tulang yang menimbulkan rasa nyeri (osteomalasia atau rakitis).

Terdapat 3 jenis asidosis tubulus renalis, yang masing-masing memiliki gejala yang berbeda.
Jika kadar kalium darah rendah, maka terjadi kelainan neurologis seperti kelemahan otot, penurunan refleks dan bahkan kelumpuhan.
Pembentukan batu ginjal bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel ginjal dan gagal ginjal kronis.

Jenis-jenis asidosis tubulus renalis
1. Bisa merupakan penyakit keturunan, bisa dipicu oleh penyakit autoimun atau obat-obat tertentu, Penyebabnya biasanya tidak diketahui, terutama pada wanita. Gejala dan kelainan metabolik yang terjadi : Ketidakmampuan untuk membuang asam ke dalam air kemih, Tingginya keasaman darah, Dehidrasi ringan, Rendahnya kadar kalium darah, menyebabkan kelemahan otot & kelumpuhan, Tulang yg rapuh, Nyeri tulang, Batu ginjal (endapan kalsium), Gagal ginjal
2. Biasanya disebabkan oleh suatu penyakit keturunan seperti sindroma Fanconi, intoleransi fruktosa yg diturunkan, penyakit Wilson atau sindroma Lowe. Bisa juga disebabkan oleh keracunan logam berat atau obat tertentu. Gejala dan kelainan metabolik yang terjadi :Ketidakmampuan untuk menyerap kembali bikarbonat dari air kemih, sehingga bikarbonat terbuang, Tingginya keasaman darah, dehidrasi ringan, Kadar kalium darah yg rendah.
3. Bukan merupakan penyakit keturunan,Penyebabnya adalah diabetes, penyakit autoimun, penyakit sel sabit atau suatu penyumbatan pada saluan kemih. Gejala dan kelainan metabolik yang terjadi : Kekurangan atau ketidakmampuan untuk memberikan respon terhadap aldosterom (hormon yg membantu mengatur pengeluaran kalium & natrium di ginjal. Tingginya keasaman darah & kadar kalium darah yg jarang menimbulkan gejala, kecuali jika kadar kalium sangat tinggi sehingga terjadi gangguan irama jantung & kelumpuhan. Adapun Tanda dan Gejalanya yaitu  Tinnitus, mata kabur dan vertigo karena keracunan salisilat,Gangguan Visual, dimming, photophobia, scotomata, and frank blindness,Palpitasi (berdebar-debar),Nyeri dada,Sakit Kepala,Perubahan visual,Perubahan Mental
Mual, muntah,Nyeri perut,Diare,Polyphagia,Kelemahan otot,Nyeri tulang.

Sumberb: korando