ASI Tidak Langsung Keluar Setelah Melahirkan, Harus Bagaimana?

doktersehat-menyusui-kehamilan

DokterSehat.Com– Setelah melahirkan, payudara ibu biasanya segera menghasilkan ASI agara dapat menyusui bayinya. Namun pada beberapa ibu, ASI tidak keluar sehingga ibu tidak dapat melakukan Inisiasi Menyusu Dini untuk pertama kalinya. Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?

Sebenarnya ASI sudah diproduksi sejak masa kehamilan. Hanya saja untuk mengeluarkan ASI memang membutuhkan rangsangan dari mulut bayi. Rangsangan ini akan membuat hormon oksitosin meningkat lalu ASI tersebut akan keluar.

Pada beberapa kasus ASI baru keluar setelah 3-5 hari persalinan. Beberapa penyebab ASI terlambat keluar antara lain ibu yang stres karena pendarahan hebat saat melahirkan, prematur, diabetes gestasioal, diabetes, dan lainnya. Namun perlu diingat bahwa meskipun ASI keluar terlambat, bukan berarti produksi ASI Anda hanya sedikit atau rendah.

Ketika mengetahui bahwa ASI Anda tidak segera keluar, maka Anda perlu melakukan rangsangan produksi ASI agar ASI segera keluar setelah melahirkan. Beberapa yang hal bisa Anda lakukan antara lain:

1. Jangan panik
Pertama-tama, jangan panik jika ASI tidak keluar setelah melahirkan. Payudara ibu dirancang untuk menghasilkan ASI secara alami, jadi Anda pasti bisa mengeluarkan ASI dan menyusui. Jika Anda panik, bicarakan pada dokter dan keluarga agar Anda merasa tenang. Minum minuman hangat untuk membantu pikiran tenang karena pikiran yang tenang dapat memicu pengeluaran oksitosin yag dapat merangsang keluarnya ASI.

2. Lakukan skin to skin contact dengan bayi

Melakukan skin to skin contact atau kontak kulit ke kulit dengan bayi dapat membantu merangsang keluarnya ASI. Letakkan bayi Anda di dada tanpa mengenakan baju, lalu biarkan ia mencari puting Anda dan mencoba mengisapnya.

3. Pijat payudara
Memijat payudara dapat melancarkan peredaran darah dan produksi ASI pada ibu menyusui. Pijat payudara juga dapat membantu menguraikan gumpalan-gumpalan dan melancarkan saluran susu yang kurang berfungsi dengan baik.

4. Memerah ASI dengan tangan
Selain memijat payudara, Anda juga bisa merangsang keluarnya ASI dengan cara memerah ASI dengan tangan. Lakukan ini selama 10-20 menit setiap tiga jam sekali hingga bayi mulai menyusu. Cara ini membantu memaksimalkan reseptor produksi prolaktin dan meminimalisir dampak dari ASI yang terlambat keluar. Sementara produksi ASI belum stabil, hindari memompa payudara dengan alat.

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik