ASI Ekslusif Lini Pertama Pencegahan Kanker Darah pada Anak

DokterSehat.Com – Penyakit keganasan sel darah atau yang disebut penyakit leukemia merupakan salah satu kanker darah yang paling banyak diderita oleh anak-anak di Indonesia. Persentase anak yang menderita leukemia akut dengan usia dibawah 15 tahun sebesar 30%-41% dari seluruh keganasan. Angka kejadian rata-rata 4-4,5 kasus/tahun/100.000 anak yang berusia dibawah 15 tahun. Di Indonesia sendiri, penelitian yang sudah dilakukan di RSU Dr. Soetomo Surabaya contohnya, sepanjang tahun 2002, dijumpai 70 kasus leukemia baru.

doktersehat-menyusui-ibu-hamil

Penyebab pasti penyakit leukemia belum diketahui. Beberapa sumber menyebutkan leukemia berasal dari infeksi bakteri dan virus. Infeksi virus telah teridentifikasi sebagai penyebab beberapa leukemia pada hewan. Namun beberapa pendapat lain menyebutkan leukemia pada manusia, terutama yang terjadi di masa anak-anak, merupakan hasil paparan bahan kimia asing, pestisida, dan dioxin. Dalam pengamatan lainnya juga menunjukkan bahwa faktor imunologi mengambil peran dalam pengembangan keganasan dari leukemia.

Air susu ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktose, dan garam-garam organik yang disekresi oleh kedua belah payudara ibu, sebagai makanan utama bagi bayi. ASI mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat melindungi bayi dari berbagai infeksi bakteri, virus, dan jamur. ASI dapat berperan sebagai antiinfeksi dan berefek menstimulasi antibodi pada bayi dan anak. Menyusui dapat mengurangi risiko penyakit infeksi melalui transmisi antibodi, makrofag, dan limfosit ibu melalui kolustrum yang terdapat pada ASI. Menyusui juga dapat merangsang dan memodulasi pengembangan sistem kekebalan tubuh bayi dengan meningkatkan vaksin alamiah yang ditunjukkan dengan ukuran thymus yang membesar. Semua mekanisme ini berpotensi dapat mempengaruhi proses pencegahan terjadinya leukemia.

ASI dapat melindungi bayi dari paparan bahan kimia yang berada di lingkungan. Bayi yang mendapat ASI ekslusif akan terpapar bakteri sehat dalam ASI yang disebut Bifidobacterium yang mampu memetabolisme perklorat. Metabolisme perklorat merupakan kontaminan lingkungan yang mampu mencegah dan mengurangi risiko dari paparan bahan kimia termasuk pestisida ataupun dioxin. Lebih lanjut dari hasil penelitian tersebut juga menjelaskan perkembangan kesehatan dan kecerdasan bayi saat remaja pada anak yang mendapat ASI ekslusif selama 6 bulan mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak diberi ASI sama sekali ataupun yang diberi ASI dan susu formula selama 6 bulan.

Baca Juga:  6 Nutrisi Terbaik bagi Ibu Hamil

Banyak sekali manfaat yang dirasakan apabila kita memberikan anak kita ASI ekslusif. Oleh karena itu, kita harus menyuskuri karunia alamiah dari Tuhan yang dititipkan pada seorang ibu dan sudah semestinya harus kita maksimalkan dalam penggunaannya.