AS Dukung Pil Cegah HIV untuk Orang Sehat

Doktersehat.com – HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.



Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Sedangkan Penyakit Aids ( Acquired Immune Deficiency Syndrom) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang menyerang sistem pertahan tubuh manusia dengan kata lain virus ini menyerang sistem daya imun yang menyebabkan penurunan kekebalan tubuh hingga ke level amat rendah.

Panel kesehatan Amerika Serikat untuk pertama kalinya mendukung penggunaan obat pencegah HIV untuk orang sehat.

Panel merekomendasikan regulator AS untuk menyetujui pil harian, Truvada, untuk digunakan oleh orang-orang sehat yang dianggap berisiko tinggi terkena virus penyebab AIDS. Sebelumnya sejumlah petugas kesehatan dan kelompok yang aktif di komunitas HIV menolak obat ini. Penolakan didasarkan pada pertimbangan bahwa pengguna akan mendapat rasa aman yang palsu dan kekhawatiran akan munculnya jenis HIV baru yang kebal obat.

Di sisi lain, kalangan yang mendukung Truvada beralasan bahwa penggunaan obat tersebut semata-mata untuk upaya pencegahan HIV. Upaya tersebut memang tidak untuk dijadikan upaya tunggal pencegahan, karena upaya-upaya lain tetap dijalankan seperti kampanye seks secara aman, penggunaan alat pelindung, dan rutin melakukan pemeriksaan HIV.

Truvada selama ini memang digunakan untuk orang dengan HIV positif dan penggunaannya dilakukan bersamaan dengan obat-obat anti-retroviral. Hasil penelitian tahun 2010 menunjukan bahwa Truvada, obat buatan Gilead Sciences yang berbasis di California, dapat mengurangi risiko HIV pada pria homoseksual sehat dan juga untuk kalangan heteroseksual yang HIV negatif tetapi memiliki pasangan HIV positif, antara 44 persen sampai 73 persen.

Baca Juga:  Kopi Adalah Viagra Yang Sangat Baik Bagi Pria

Badan pengawas obat dan makanan AS, FDA, akan mempertimbangkan usulan panel dan diharapkan sudah membuat keputusan final pada 15 Juni nanti.

Sumber : kompas.health.com & jellygamatgoldg.com