Ariana Grande Menderita PTSD

ariana_grande_PTSD_doktersehat_1
Photo Source: Flickr/ esheehanphotos

Penyanyi kondang Ariana Grande mengaku kini mengidap PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) atau Gangguan Stres Pasca Trauma setelah konser yang ia adakan di Manchester Arena menjadi korban pengeboman pada 22 Mei 2017 lalu. Gara-gara hal ini, Ariana pasti akan menangis sejadi-jadinya jika ada yang membicarakan tentang kasus pengeboman yang persis terjadi setelah ia selesai menyanyi tersebut.

Dilansir dari BBC, kasus pengeboman di Manchester Arena membunuh 22 orang. Meskipun Ariana sama sekali tidak terlibat dalam kasus tersebut, ia merasakan kesedihan yang luar biasa akibat hal ini, apalagi jika melihat banyaknya orang yang kehilangan nyawa atau menderita setelahnya.

Dalam wawancara yang dilakukan dengan British Vogue, Ariana tahu bagaimana rasanya kehilangan anggota keluarga atau teman karena kasus yang mengerikan seperti pengeboman tersebut sehingga tak lagi mampu membicarakannya tanpa menangis. Ia bahkan sampai membuat sebuah tato berbentuk lebah yang ditujukan bagi korban pengeboman. Sebagai informasi, lebah pekerja adalah simbol dari kota Manchester.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa PTSD sebagai gangguan trauma yang terjadi setelah seseorang mengalami kejadian yang mengancam nyawa atau bisa memicu cedera serius. Beberapa kejadian yang bisa menyebabkan hal ini adalah bencana alam, kecelakaan, pemerkosaan, pelecehan, atau bahkan peperangan.

Penderita PTSD akan mengalami kondisi dimana otak akan terus bereaksi dengan sensasi takut dan gugup atau berlebihan meskipun kejadian yang menjadi pemicunya sudah lama berakhir. Hal ini bisa memicu trauma, kilas balik pada ingatan, atau bahkan mimpi buruk.

Jika Anda mengalami gejala seperti PTSD karena trauma akan sesuatu hal, jangan ragu untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter atau psikolog karena masalah ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dengan signifikan.