Apendiksitis/ Radang Usus Buntu – Pengertian dan Penjelasan Singkat

Apendiksitis adalah peradangan usus buntu. Usus buntu  yaitu bagian usus besar yang memang buntu, sepanjang sekitar 7-8 cm, dengan bentuk seperti jari. Tidak ada yang benar-benar yakin apa fungsi apendiks. Satu hal yang kita tahu: Kita bisa hidup tanpa apendiks, tanpa efek yang nyata terasa.

doktersehat-sakit-perut-haid-haids-mestruasi-radang-usus-buntu

Apendiksitis adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan operasi yang cepat untuk menghilangkan usus buntu. Jika tidak diobati, usus buntu akan meradang dan akhirnya akan meledak, atau perforasi (pecah), menumpahkan isi sel-sel dan jaringan yang meradang ke dalam rongga perut. Hal ini dapat menyebabkan peritonitis, peradangan serius dari selaput rongga perut ini (peritoneum) yang bisa berakibat fatal kecuali jika ditangani dengan cepat dengan antibiotik yang kuat.

Kadang-kadang abses berisi nanah (infeksi yang berdinding dari sisa tubuh) di luar usus buntu yang meradang dapat terbentuk. Jaringan parut kemudian “menutup” apendiks, mencegah penyebaran infeksi apendiks ke bagian perut lainnya. Apendiks yang mengalami abses adalah situasi yang kurang bahaya, tapi sayangnya, abses tidak dapat diidentifikasi tanpa operasi. Untuk alasan inilah, semua kasus apendisitis diperlakukan sebagai kasus darurat, yang membutuhkan pembedahan.

Di Amerika Serikat, satu dari 15 orang akan mendapatkan usus buntu. Statistik di Amerika mencatat setiap tahun terdapat 20–35 juta kasus apendisitis. Tujuh persen penduduk di Amerika menjalani apendiktomi (pembedahan untuk mengangkat apendiks) dengan insiden 1,1/1000 penduduk pertahun, sedang di negara-negara barat sekitar 16%. Di Afrika dan Asia prevalensinya lebih rendah akan tetapi cenderung meningkat oleh karena pola diitnya yang mengikuti orang barat. Meskipun bisa menyerang pada usia berapa pun, apendisitis jarang di bawah usia 2 dan paling umum antara usia 10–30 tahun. Angka kejadian apendisitis di dunia mencapai 321 juta kasus tiap tahun. Insiden apendisitis di Negara maju lebih tinggi dari pada di Negara berkembang. Namun, pada akhir-akhir ini kejadiannya menurun secara bermakna. Hal ini diduga disebabkan oleh meningkatnya penggunaan makanan berserat pada diit harian

Baca Juga:  Thalassemia - Mitos (lanjutan)

Survey di 12 provinsi di Indonesia tahun 2008 menunjukan jumlah apendisitis yang dirawat di rumah sakit sebanyak 3.251 kasus. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya,yaitu sebanyak 1.236 orang. Diawal tahun 2009, tercatat 2.159 orang di Jakarta yang dirawat di rumah sakit akibat apendiksitis.