Apapun Yang Terjadi Jangan Memukul Anak! Ini Dampak Buruknya

DokterSehat.Com – Meskipun menyenangkan melihat anak kecil, ada kalanya anak kecil sangatlah rewel dan bisa berbuat nakal karena keinginannya tidak terkabul. Beberapa orang tua bisa kehilangan kesabaran dan memilih untuk memukul sang anak agar sang anak lebih tenang dan menuruti kata orang tua. Hal ini ternyata bisa memberikan efek buruk bagi psikologis anak nantinya.

doktersehat-anak-insomnia

Rasa sakit pada badan bisa hilang dengan sendirinya, tapi trauma psikologis bisa membuat anak mengalami perubahan sikap dan mentalitas yang berpengaruh hingga seumur hidup. Dengan memukul anak kala kita sebal dengannya, maka anak pun secara langsung diajari bahwa memukul menjadi solusi jika mereka tidak menyukai seseorang atau sesuatu hal dikala dewasa nanti. Banyak penelitian psikologis yang menunjukkan bahwa remaja atau orang dewasa yang lebih agresif cenderung memiliki masa lalu sering dipukuli. Selain itu, anak yang dihukum terlalu keras justru cenderung akan memiliki mental pendendam dan pemarah, meskipun tidak ditunjukkan secara langsung.

Memukul anak jelas akan mempengaruhi ikatan dan kedekatan orang tua dengan anak. Bisa jadi anak hanya akan mau menuruti perintah anda justru karena rasa takut, bukannya rasa hormat atau memang mau mendengarkan perintah kita. Anak pun bisa jadi akan memberontak di kemudian hari jika sudah merasa lelah dengan berbagai hal yang tidak Ia inginkan. Berbagai kemarahan yang terakumulasi bisa membuat anak menjadi nakal dan berbuat semaunya di kala remaja atau dewasa nantinya.

Jangan jadikan pukulan sebagai sebuah hukuman yang pantas bagi anak mengingat banyak sekali dampak psikologis buruk di masa depan. Cobalah untuk berbicara baik-baik dan sampaikan hubungan sebab akibat pada anak tentang apa yang Ia inginkan dan apa dampak yang terjadi jika anak bersikeras menginginkan sesuatu. Anak selalu mau untuk mengerti jika kita memberikan penjelasan yang mereka bisa ambil. Jika anak sering dipukul, kita juga secara langsung membentuk pribadi yang lebih agresif dan cenderung menyelesaikan masalah dengan kekerasan di kemudian hari.