Apakah Yang Disebut Dengan Celiac Disease?

DokterSehat.Com – Pernahkah anda mendengar penyakit celiac disease? Celiac disease sendiri adalah gangguan autoimun yang terjadi pada saluran pencernaan. Gangguan autoimun ini bisa menyebabkan kerusakan pada usus halus jika seseorang mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten. Padahal, hampir semua orang tidak bisa begitu saja menghindari asupan gluten setiap harinya sehingga adanya penyakit ini beresiko memberikan komplikasi kesehatan yang lebih buruk. Yang cukup mengejutkan adalah, rasio dari orang yang memiliki penyakit ini adalah 1 dari 100 orang di seluruh dunia yang tentu cukup tinggi.

doktersehat-Enkopresis-Gastroenteritis-Peritonitis

Celiac disease termasuk dalam golongan penyakit keturunan. Seseorang yang memiliki penyakit ini akan memiliki masalah pada usus halusnya jika mengkonsumsi gluten yakni berupa sistem kekebalan tubuh yang akan membentuk antibodi pada kandungan gluten tersebut dan pada akhirnya akan merusak usus halus. Usus halus pun akan mengalami peradangan dan bagian villi pada usus, bagian yang mirip layaknya struktur rambut yang menyerap makanan, akhirnya tidak bisa menyerap makanan sama sekali. Celiac disease akan membuat penderitanya mengalami kondisi kurang gizi meskipun penderitanya mengkonsumsi banyak makanan bergizi.

Gejala dari penyakit celiac disease sendiri tidak selalu sama pada setiap orang. Hanya saja, masalah pencernaan layaknya diare, perut sakit dan kembung, hingga penurunan berat badan dengan drastis bisa terjadi. Beberapa penderita bahkan mengeluhkan masalah ruam-ruam parah pada kulit dan anemia. Selain itu, kaki pun akan sering mengalami kesemutan karena saraf yang mulai rusak akibat berkurangnya serapan kalsium dari makanan dan akan membuat tulang dan sendiri mudah tearsa nyeri.

Jika penderita celiac disease tidak ditangani dengan baik, maka bisa jadi penyakit ini akan berkembang menjadi diabetes tipe 1. Penderitanya juga bisa mengalami masalah osteoporosis sejak dini dan juga kanker usus. Penderita celiac disease sebaiknya mulai melakukan diet gluten free ketat sehingga tidak lagi mengkonsumsi makanan dari gandum layaknya roti demi menghindari rusaknya usus halus dan melakukan konsultasi pada dokter sehingga Ia bisa mendapatkan gizi yang cukup meskipun mengalami gangguan pada organ pencernaannya.