Apakah Tidak Apa-Apa Jika Ibu Hamil Masih Bekerja Menjelang Persalinan?

DokterSehat.Com– Terdapat peraturan yang memperbolehkan ibu hamil untuk mendapatkan cuti melahirkan selama 3 bulan lamanya. Biasanya ibu hamil akan mempergunakan waktu ini secara maksimal untuk mempersiapkan proses persalinan agar bisa berlangsung dengan lancar dan aman sekaligus merawat buah hatinya di minggu-minggu pertama usianya. Hanya saja, ada pula ibu hamil yang ternyata sengaja tetap bekerja hingga beberapa hari sebelum hari perkiraan lahir (HPL) karena ingin bisa mendapatkan waktu cuti lebih lama bersama dengan buah hatinya. Sebenarnya, apakah hal ini tidak apa-apa untuk dilakukan?

kehamilan-kembar-doktersehat

Pakar kesehatan di bidang kebidanan dan kandungan dari Siloam Hospitals bernama dr. Ardiansjah Dara Sjafruddin, SpOG menyebutkan bahwa meskipun ibu hamil sebenarnya diminta untuk banyak beristirahat karena cenderung mudah lelah, tetap aktif menjelang hari persalinan ternyata bisa memberikan manfaat kesehatan bagi mereka. Dengan tetap bekerja atau melakukan banyak aktifitas, maka ibu hamil akan lebih mudah merasakan adanya kontraksi yang merupakan tanda persalinan dan hal ini juga akan mempermudah proses persalinan.

Dengan tetap bekerja, janin ternyata bisa turun dengan lebih cepat sehingga kontraksi pun akan bisa segera dirasakan. Hal ini juga akan membuat proses persalinan cenderung lebih lancar, mudah, dan cepat.

Biasanya, hari perkiraan lahir (HPL) yang ditentukan oleh dokter kandungan mendekati usia 40 minggu. Hanya saja, sekitar beberapa pekan sebelum HPL tersebut, ada baiknya ibu hamil sudah mulai berjaga-jaga dan melihat kemungkinan ada-adanya tanda persalinan. Tak hanya itu, di saat-saat itulah sebaiknya segala benda-benda yang diperlukan untuk proses persalinan dan hari-hari pertama kehidupan bayi sudah mulai disiapkan. Asalkan berbagai hal ini sudah siap, sah-sah saja jika ibu hamil masih ingin bekerja hingga beberapa hari menjelang hari kelahiran.