Apakah Puber Kedua Memang Benar-Benar Ada?

DokterSehat.Com – Kita tentu seringkali mendengar istilah puber kedua yang dialamatkan pada beberapa orang yang sudah mencapai usia paruh baya akan kembali lagi berperilaku layaknya masih remaja. Puber sendiri berasal dari istilah pubertas yang mengacu pada bentuk fisik tubuh manusia yang dianggap sudah dewasa dalam hal seksualitas. Hal ini berarti, manusia yang sudah mencapai fase puber sudah siap untuk melakukan pembuahan atau mendapatkan keturunan. Yang menjadi pertanyaan adalah, jika puber kedua memang benar ada, apakah ada fase lain dalam pertumbuhan fisik manusia yang membuat adanya perubahan perilaku pada mereka yang berusia paruh baya?

shutterstock_113849278 copy

Secara medis, puber kedua ternyata sama sekali tidak ada. Puber kedua hanyalah istilah penyebutan secara umum saja dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah fisik. Memang, beberapa orang yang mengalami puber kedua akan mengalami perubahan perilaku dan mood, namun, seorang pakar psikologis justru menyebutkan jika untuk kaum hawa, puber kedua justru juga bisa dikaitkan dengan masa perimenopause.

Perimenopause adalah fase transisi sebelum kaum wanita mengalami fase menpause. Pada fase perimenopause ini, kaum hawa akan sedikit demi sedikit akan mengurangi produksi hormon estrogen. Fase ini bisa dimulai pada usia 30 tahingga 40 tahunan dan bisa berlangsung selama 4 hingga 10 tahun. Pada fase ini, wanita akan mengalami perubahan hasrat seksual, perubahan fase menstruasi, hingga mudahnya mengalami kelelahan. Sayangnya, beberapa kaum hawa juga ikut mengalami perubahan suasana hati hingga seringnya mengalami gangguan emosi dan kecemasan berlebihan.

Bagi kaum hawa yang tidak ingin mengalami perubahan psikologis yang berlebihan saat berada dalam fase ini, ada baiknya anda mulai melakukan olahraga dengan rutin, meskipun olahraga yang ringan layaknya berjalan kaki. Wanita yang rentan terkena osteoporosis juga harus mulai memperbanyak asupan kalsium untuk mencegah hal ini terjadi. Selain itu, cobalah untuk tetap menjaga berat badan dengan ideal serta memenuhi waktu istirahat yang berkualitas setiap harinya. Satu hal yang harus diingat adalah, hindari gaya hidup buruk layaknya merokok atau mengkonsumsi minuman beralkohol yang tentu akan membuat kesehatan fisik anda bisa semakin rentan terkena gangguan kesehatan.