Apakah Pria Vegetarian Akan Memproduksi Sperma yang Tidak Sehat?

DokterSehat.Com – Kini, semakin banyak orang yang mengadopsi gaya hidup vegetarian, sebuah gaya hidup dimana seseorang menerapkan pola makan yang menghindari produk hewani dan hanya mengkonsumsi makanan yang terbuat dari bahan nabati. Kebanyakan orang yang memilih gaya hidup ini adalah wanita, namun, tak berarti pria tidak ada yang melakukannya. Cukup banyak pria yang memilih pola makan yang dianggap cukup sehat ini. Sebuah pertanyaan pun muncul, jika pria hampir tidak pernah mengkonsumsi produk hewani layaknya daging dalam waktu yang lama, apakah hal ini akan mempengaruhi kesehatan spermanya?

doktersehat-pria-underwear-celana-dalam-vegetarian-sperma-sedikit

Sebuah penelitian dilakukan oleh Eliza Orzylowska dan beberapa penelitian lain. Penelitian yang kemudian dipublikasikan oleh jurnal Fertility and Sterility ini menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan bagi para pria vegetarian yang belum memiliki keturunan, dimana pria yang menjadi vegetarian akan cenderung memproduksi jumlah sperma yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pria yang juga mengkonsumsi daging sehari-harinya.

Orzylowska menyebutkan jika pria yang menjadi vegetarian akan memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah 30 persen pada air maninya dimana dalam setiap milimeter air mani yang dikeluarkan oleh pria saat ejakulasi, hanya akan ada 50 juta sperma. Jumlah ini 20 juta lebih rendah jika dibandingkan pria yang mengkonsumsi makanan apa saja termasuk daging yang bisa mencapai 70 juta spoerma per milimeter air mani.

Penyebab dari menurunnya jumlah sperma pada pria vegetarian ini diyakini karena tingginya konsumsi kedelai oleh pria vegetarian. Ada sebuah penelitian kesehatan yang menyebutkan jika kedelai memang menurunkan jumlah sel sperma mengingat adanya kandungan phyto estrogen yang secara efektif menurunkan produksi sperma. Selain itu, karena menjadi vegetarian, asupan vitamin B12 juga cenderung menurun. Padahal, vitamin yang banyak ditemukan pada daging sapi atau daging ikan ini memiliki peran besar dalam menjaga jumlah sel sperma pria tetap dalam kondisi normal.