Apakah Penyakit Lepra Itu?

DokterSehat.Com – Lepra adalah penyakit menular, menahun dan disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang bersifat intraseluler obligat. Penularan mungkin terjadi melalui saluran pernafasan atas dan kontak kulit pasien lebih dari 1 bulan terus-menerus.

doktersehat-kulit-tangan-halus-kesehatan-skin-Eksim-Nummular-Dermatitis-Erisipeloid-Eritema-Nodosum-ichtyosis-lamellar-panu-impetigo-aquagenic-urticaria

Apa Saja Gejalanya?

Munculnya bercak-bercak berwarna merah atau putih, terutama di wajah dan telinga. Bercak terasa baal, hilangnya sensasi nyeri dan suhu, terdapat tanda-tanda patognomonik pada saraf seperti kelemahan anggota gerak dan atau wajah, adanya deformitas, dan ulkus yang sulit sembuh.

Bagaimana Penegakkan Diagnosis Pasti Pada Penyakit Lepra?

Diagnosis didasarkan pada gambaran klinis, bakterioskopis dan histopologis. Menurut WHO (1995) , diagnosis kusta ditegakkan bila terdapat satu dari tanda kardinal berikut:

  1. Adanya lesi kulit yang khas dan kehilangan sensibilitas

Lesi kulit dapat tunggal atau multiple, biasanya hipopigmentasi tetapi kadang-kadang lesi kemerahan atau berwarna tembaga. Lesi dapat bervariasi tetapi umumnya berupa macula, papul atau nodul.

Kehilangan sensibilitas pada lesi kulit merupakan gambaran khas. Kerusakan saraf terutama saraf tepi, bermanifestasi sebagai kehilangan sensibilitas kulit atau kelemahan otot. Penebalan saraf tepi saja tanpa disertai kehilangan sensibilitas dan / atau kelemahan otot juga merupakan tanda kusta.

  1. BTA positif

Pada beberapa kasus ditemukan basil tahan asam dari kerokan jaringan kulit. Bila ragu-ragu maka dianggap sebaga kasus dicurgai dan diperiksa ulang setiap tiga bulan sampai ditegakkan diagnosis kusta atau penyakit lain.

Bagaimana Cara Pengobatan Pada Penyakit Lepra?

Menurut Depkes (2006), dalam pemakaian obat kombinasi untuk pemberantasan penyakit kusta, maka WHO mengelompokkan penyakit kusta ada 2 kelompok yakni :

1) Tipe Pausi Basiler (PB) yaitu jenis lepra dengan jumlah lesi < 5, distribusi tidak simetris, kerusakan saraf hanya pada 1 cabang saraf. Dapat diterapi dengan Rifampisin 600 mg sekali sebulan dan dapson 100 mg/hari selama 6 bulan.

2) Tipe Multi Basiler (MB) yaitu jumlah lesi > 5, distribusi simetris, dan terjadi kerusakan pada banyak cabang saraf. Dapat diterapi dengan Rifampisin 600 mg sekali sebulan, Dapson 100 mg/hari, Clofazimin/lampren 300 mg (hari pertama tiap bulan), 50 mg (hari ke 2-28 tiap bulan) selama 12 bulan

Sumber: PERMENKES