Apakah Penyakit Atresia Ani Itu?

DokterSehat.Com – Atresia ani adalah kondisi dimana tidak adanya lubang anus atau tidak sempurnanya bentuk anus. Contohnya seperti anus cekung ke dalam, anus tampak rata, atau anus ada namun tidak terhubung langsung dengan rektum (suatu penghubung antara usus besar atau colon ke anus). Kondisi tersebut juga terjadi akibat adanya kelainan bawaan (congenital).

doktersehat-bayi-bedong

Penyebab

• Terjadi kegagalan pada pertumbuhan bayi saat masih berada dalam kandungan atau berusia 12 minggu hingga 3 bulan.

• Terjadinya gangguan perkembangan pada embriologik di daerah usus, rektum dibagian distal serta traktus urogenitalis yang biasanya terjadi antara minggu ke empat hingga ke enam usia kehamilan.

• Putusnya saluran pencernaan dari atas daerah anus. Hal itulah yang membuat bayi lahir tanpa lubang anus.

• Bila si kecil mengalami sindrom down.

Diagnosis Serta Pengobatan

Atresia ani bisa didiagnosis melalui USG, tetapi umumnya diketahui pada pemeriksaan fisik yang pertama kali dilakukan ketika bayi lahir. Dokter akan memeriksa perut, alat-alat kelamin, lubang anus, dan tulang belakang setiap bayi yang baru lahir. Bila terdapat kelainan pada bagian-bagian ini, dokter kemudian akan memastikan apakah ada jenis cacat lahir lain yang juga dialami oleh sang bayi.

Pemeriksaan dini tersebut sangat dibutuhkan agar penanganan bisa segera dilakukan. Jenis prosedur yang akan dipilih oleh dokter tergantung pada jenis dan tingkat keparahan cacat lahir yang dialami oleh sang bayi. Kondisi kesehatan bayi juga akan menjadi faktor utama yang dipertimbangkan.

Bayi yang tidak memiliki lubang anus akan diberi asupan melalui infus. Jika ada fistula yang terbentuk pada saluran kemih, dokter akan menyarankan penggunaan antibiotik.

Sebagian besar lubang anus yang tertutup membutuhkan operasi secepatnya guna membentuk saluran pembuangan untuk kotoran. Meski demikian, operasi ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena posisi organ yang mengalami gangguan terletak jauh dalam panggul. Belum lagi faktor usia bayi yang sangat muda sehingga risiko komplikasi juga meningkat.

Baca Juga:  Pertolongan Pertama Pada Penerima Asthma

Pasca menjalani operasi pembentukan lubang anus, komplikasi yang umumnya terjadi adalah konstipasi atau inkontinensia tinja. Untuk mengatasinya, pola makan pasien anak-anak sebaiknya dijaga dengan seksama. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi banyak serat, seperti sayur dan buah. Makanan yang mengandung pencahar alami, contohnya produk susu, juga bisa digunakan. Selain cara alami, pasien juga bisa dianjurkan untuk menggunakan obat pencahar atau laksatif serta suplemen yang mengandung serat.

Komplikasi

Sebagian komplikasi dapat terjadi pada saat operasi. Bila terdapat fistula yang berhubungan dengan saluran pencernaan, tindakan operasi bisa melukai dinding saluran cerna yang normal. Operasi pembuatan lubang pengganti anus (kolostomi) juga mengandung risiko mencemari saluran kemih sehingga risiko infeksi organ-organ kemih meningkat.
Stenosis (penyempitan) pada lubang anus buatan juga dapat terjadi bila kulit pasien mempunyai kecenderungan membentuk keloid (jaringan parut). Kondisi ini mengharuskan perbaikan kembali dengan cara operasi.

BACA JUGA : Obat Tradisional Penyakit Kulit