Apakah Pasangan Menikah Tidak Membutuhkan Kondom Lagi Saat Bercinta?

doktersehat-kondom-seks-seksualitas-seks

DokterSehat.Com – Seks yang sehat memang harus dilakukan dengan menggunakan kondom. Dengan menggunakan pengaman ini penularan penyakit berbahaya seperti HIV bisa dihindari. Selain itu pasangan yang belum menginginkan momongan atau sudah memiliki cukup anak bisa menghindari kehamilan.

Nah, yang jadi pertanyaan sekarang adalah apakah pasangan yang menikah atau menjalin hubungan monogami jangka panjang masih membutuhkan kondom? Toh, tidak ganti-ganti pasangan dan peluang terjadi penularan HIV dan lainnya bisa dihindari.

Memastikan kesehatan pasangan

Sebelum menikah Anda dan pasangan pasti memeriksakan kesehatan. Dengan melakukan pemeriksaan ini Anda akan tahu apakah pasangan mengidap HIV atau tidak. Kalau tidak ada masalah, pernikahan bisa segera dilakukan.

Oh ya, kalau Anda tidak ingin menggunakan kondom saat bercinta dengan pasangan, pastikan juga penyakit lain tidak muncul. Beberapa virus penyakit menular seksual kerap tidak menunjukkan tanda-tanda. Dampaknya Anda tidak tahu apakah pasangan benar-benar sehat atau tidak.

Kesepakatan bersama

Menggunakan kondom juga menghindari penyebaran penyakit akibat alat kelamin yang kotor. Misal saat melakukan seks oral, kita tidak akan tahu apakah pasangan memiliki infeksi HPV yang menyebabkan kutil kelamin atau tidak. Kalau sampai infeksi itu ada, pasangan akan ikut tertular.

Kalau Anda sepakat untuk tidak menggunakan kondom pasca mendapatkan keturunan ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pastikan hanya berhubungan seks dengan pasangan saja. Selanjutnya lakukan pemeriksaan secara rutin setiap setahun sekali atau setiap 6 bulan sekali.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit di dalam tubuh. Kalau tubuh ternyata sehat dan bebas dari penyakit, Anda boleh tidak menggunakan kondom saat berhubungan badan. Namun, kalau ada penyakit, sembuhkan dahulu kalau tidak ingin menggunakan kondom.

Anda dan pasangan lebih suka menggunakan kondom atau tidak?