Apakah Mentega Memang Sangat Tidak Sehat Untuk Dikonsumsi?

DokterSehat.Com – Mentega adalah salah satu bahan makanan yang cukup banyak dipakai saat memasak berbagai jenis makanan di Indonesia. Banyak dari kita yang bahkan bisa dengan mudah mengoleskan mentega pada roti karena membuatnya terasa lebih nikmat. Namun, dibalik lezatnya mentega, pakar kesehatan justru menemukan adanya kaitan antara konsumsi bahan makanan ini dengan meningkatnya resiko terkena penyakit jantung dan stroke. Selain itu, ada kemungkinan konsumsi mentega bisa memicu masalah diabetes tipe dua dan adanya resiko kematian dini.

doktersehat-makan-pancake

Pakar kesehatan dari Friedman School of Nutrition Science and Policy, Tuft University, Massachusetts, Amerika Serikat, bernama dr. Dariush Mozaffarian menyebutkan jika memang mentega tidak serta merta tidak boleh kita konsumsi, namun, beliau menyarankan kita untuk mulai mengurangi konsumsi mentega mengingat tubuh kita bisa mendapatkan dampak kesehatan yang buruk jika mengkonsumsinya secara berlebihan.

Menurut dr. Mozaffarian, mentega ternyata memiliki kandungan lemak jenuh yang relatif tinggi. Lemak yang juga dikenal sebagai lemak jahat ini tentu akan sangat buruk bagi kesehatan tubuh, khususnya bagi organ kardiovaskular layaknya jantung dan pembuluh darah. Sebuah penelitian kesehatan yang dilakukan dengan menganalisa lebih dari 636.000 partisipan dari 15 negara menunjukkan fakta jika kita mengkonsumsi satu sendok makan mentega setiap hari, ada kemungkinan kita meningkatkan resiko kematian dini hingga 1 persen. Bahkan, konsumsi mentega berlebihan bisa meningkatkan resiko terkena diabetes tipe 2 hingga 4 persen.

Hanya saja, dr. Mozzafarian menyebutkan jika mentega juga bisa memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh jika dikombinasikan dengan bahan makanan lain. menurut beliau, kunci agar kita tidak mendapatkan dampak buruk dari mentega adalah dengan tidak mengkonsumsinya secara berlebihan. Namun, jika anda memang memiliki pilihan lain, ada baiknya mentega diganti dengan jenis minyak sehat lain layaknya minyak zaitun extra virgin atau minyak kedelai.