Apakah Itu Konjungtivitis?

DokterSehat.Com – Konjungtiva merupakan membran transparan yang menutupi sklera dan permukaan bagian belakang kelopak mata. Konjungtiva yang membungkus permukaan belakang kelopak mata disebut konjungtiva palpebralis dan permukaan anterior sklera disebut konjungtiva bulbaris. Lokasi konjungtiva berada paling luar sehingga menyebabkan konjungtiva sering terpapar oleh banyak mikroorganisme dan substansi-substansi dari lingkungan luar yang menggganggu. Konjungtivitis adalah radang pada konjungtiva yang merupakan penyakit mata paling umum di Indonesia. Penyakit ini bervariasi mulai dari kemerahan pada mata yang ringan dengan mata berair hingga konjungtivitis berat dengan banyak sekret purulen kental.

doktersehat-mata-merah-kurang-vitamin-C-bakteri-glaukoma-Eksoftalmus

Penyebab dari penyakit konjungtivitis ini adalah virus, bakteri, bahan toksik, dan alergen. Gambaran klinisnya bervariasi seperti kemerahan konjungtiva bulbi (injeksi konjungtiva), lakrimasi (banyak air mata), eksudat dengan sekret lebih nyata pada pagi hari, kelopak mata yang jatuh atau seperti sulit dibuka akibat kelopak mata membengkak, mata merasakan seperti adanya benda asing, tidak adanya penurunan tajam penglihatan. Mata berair sering kali merupakan suatu gejala yang menyolok pada konjungtivitis. Sekresi air mata diakibatkan oleh adanya sensasi benda asing, sensasi terbakar atau tergores, atau oleh rasa gatalnya.

 

Konjungtivitis viral merupakan kasus yang paling sering ditemukan pada keseluruhan populasi dan populasi dewasa di antara kasus konjungtivitis yang disebabkan oleh penyebab lainnya.

  1. Tatalaksana Konjungtivitis Virus

Pengobatan dengan antivirus belum menunjukkan keefektifan bagi penderita konjungtivitis. Pemberian tetes air mata buatan dan penggunaan kompres dingin pada mata penderita dapat dilakukan untuk membuat penderita merasa lebih nyaman.

  1. Pencegahan Konjungitivis Virus

Pencegahan penularan konjungtivis merupakan hal yang penting. Pasien dan tenaga kesehatan harus mencuci tangan, menjaga tangan dari infeksi dari mata, dan mencegah penggunaan bersama handuk, linen, dan kosmetik. Pasien yang terinfeksi dianjurkan untuk beristirahat di rumah sementara hingga sembuh, karena konjuntivitis virus ini merupakan suatu penyakit yang amat mudah penularannya. Apabila pasien mengenakan lensa kontak sebaiknya diinstruksikan untuk tidak menggunakan lensa kontak terlebih dahulu hingga tanda dan gejala konjungtivitis tersebut teratasi.